Polda Riau identifikasi empat jenazah terduga teroris

id Teror

Tim Sabhara memperketat keamanan dengan memeriksa setiap pengunjung yang masuk ke Polresta Palembang guna mengantisipasi teror bom di Surabaya dan penangkapan dua terduga teroris di Palembang kemarin malam. Setiap pengunjung tanpa terkecuali diperiksa barang bawaannya di pintu pos penjagaan Polresta Palembang (15/5) (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Pekanbaru (ANTARA News Sumsel) - Kepolisian Daerah Riau berhasil mengidentifikasi empat nama terduga teroris yang tewas setelah berusaha melakukan penyerangan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu pagi tadi.

"Mayat pelaku telah dilakukan pemeriksaan identifikasi oleh tim Inafis dan Dokkes (Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau)," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto di Pekanbaru, Rabu sore.

Dia merincikan jenazah pertama terduga teroris yang diidentifikasi berinisial PG, seorang laki-laki berusia 23 tahun. Pelaku merupakan warga Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

Selanjutnya AS, pria yang juga berusia 23 tahun dan tinggal di Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Sunarto mengatakan bahwa AS merupakan seorang mahasiswa namun dia tidak menyebut secara rinci perguruan tinggi negeri dimaksud.

Selanjutnya SU, juga seorang laki-laki berusia 28 tahun, seorang wiraswasta yang berdomisili di Sungai Sembilan, Kota Dumai.

"Terakhir MR, laki-laki kelahiran 3 November 1970 (48 tahun), buruh harian lepas, Bangun Sari, Kota Dumai," ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini para jenazah terduga teroris masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Lebih jauh, Sunarto mengatakan jajaran Polda Riau hingga kini masih memburu seorang pelaku lainnya yang melarikan diri pasca kejadian tersebut.

Terduga teroris lainnya yang melarikan diri itu merupakan sopir Avanza yang meringsek masuk Mapolda Riau sebelum empat pelaku melakukan penyerangan hingga menyebabkan seorang anggota Polri meninggal dunia.

Terkait sejumlah penangkapan yang dilakukan di beberapa lokasi di Kota Pekanbaru pasca insiden penyerangan tersebut, Sunarto mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar