Bima suci layak ikut misi Internasional

Pewarta : id bima suci, kri bima suci, Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji, mengarungi samudera, misi sosial

KRI Bima Suci di Pelabuhan Civitavecchia, Italia (ANTARA/Zabur Karuru)

Padang (ANTARA Sumsel) - Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci, Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji menyebutkan bahwa kapal baru milik Indonesia itu layak untuk mengikuti misi internasional.

"Berdasarkan perjalanan membawa KRI Bima Suci dari Spanyol ke Indonesia satu bulan lebih, kapal ini memenuhi syarat mengarungi samudera, dan melaksanakan misi internasional," katanya di Padang, Kamis.

KRI Bima suci, menurutnya sangat kuat dan modern serta didukung dimensi layar yang luas dengan jumlah 26 layar.

Selain itu kapal yang luas juga menjadi keunggulan karena memiliki daya tampung yang banyak hingga 203 orang. Jumlah tersebut mampu mengakomodir taruna pada satu angkatan.

Rancangan teknis kapal layar tiang tinggi ini memiliki ukuran panjang totalnya 111,20 meter, lebar 13,65 meter, kedalaman draft 5,95 meter, dan tinggi maksimal tiang layar 49 meter dari permukaan dek atas.

Kapal Kelas Bark (Barque) tiga tiang tersebut memiliki 26 layar dengan luas keseluruhan layar 3.352 meter persegi. Ketinggian dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut.

Keistimewaan KRI Bima Suci terletak pada instrumen navigasi pelayarannya yang lebih canggih, instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar, hingga alat komunikasi dan data digitalnya

Baruo Aji menceritakan perjalanan panjang membawa kapal perang perang baru milik Indonesia itu dari tempat pembuatannya di Spanyol.

Dalam perjalanan satu bulan lebih krunya mengalami keadaan cuaca yang bervariasi, dan sempat dihadang gelombang laut besar dengan kisaran tinggi tiga hingga lima meter.

Gelombang besar itu ditemui krunya ketika melewati Laut Tengah (Mediterania), Laut Merah, dan Samudera Hindia.

"Namun beruntung berkat kerjasama seluruh personel situasi itu bisa dilewati, keadaan cuaca sepanjang perjalanan bervariasi," katanya.

Selain gelombang laut, dia bersama 133 orang taruna, 66 Anak Buah Kapal (ABK), dan prajurit lainnya juga harus meningkatkan kewaspadaan ketika melewati Teluk Aden.

Ancaman yang diwaspadai pada teluk yang terletak di Samudera Hindia itu adalah aksi perompakan Somalia.

"Pada wilayah itu semua prajurit serta taruna meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga keamanan kapal, dan itu berhasil dilakukan," jelasnya.

Setelah melakukan perjalanan satu bulan lebih KRI Bima Suci akhirnya melakukan pelabuhan pertama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, pada Rabu (8/11).

KRI Bima Suci merupakan kapal layar latih pengganti kapal legendaris KRI Dewa Ruci yang sudah beroperasi sejak 1953.

Kapal itu buatan perusahaan kapal ternama Spanyol yang berlokasi di Kota Vigo, Freire Shipyard.

KRI Bima Suci dibawa dari Spanyol menuju Indonesia pada 18 September 2017, dan dalam perjalanannya menuju Indonesia telah melewati sejumlah negara yaitu Italia, Mesir, Arab Saudi, Oman, dan Colombo.

Setelah melewati perjalanan panjang satu bulan lebih, kapal itu akhirnya berlabuh untuk pertama kalinya di wilayah Indonesia, yaitu di Dermaga Teluk Bayur, Padang, Sumbar, Rabu (8/11).
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar