Bulog salurkan 10 ton bawang putih

id bawang putih, harga bawang, perdangan, pasar tradisional, dinas perdagangan

Harga Bawang Putih Naik di Palemabang Pekerja mengangkut karung bawang di salah satu agen di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, Sumsel, Selasa (16/5). Harga bawang putih di Palembang masih cukup tingi yakni mencapai Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per kg di

Palembang (Antarasumsel.com) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menyalurkan pasokan tambahan bawang putih sebanyak 10 ton ke pasar-pasar tradisional di kota dan kabupaten untuk menstabilkan harga.

Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel Bakhtiar di Palembang, Minggu, mengatakan Bulog telah menyebar pasokan ke Kota Palembang, Sumsel, sejak bawang putih didatangkan dari Jakarta pada tiga hari lalu.

"Saat ini masih tersedia 9 ton di gudang, rencananya secepatnya akan dilepas ke Bangka Belitung dan sejumlah kabupaten di Sumsel yang belum kebagian pasokan yang pertama dari Jakarta sebanyak 5 ton," kata Bakhtiar.

Untuk itu, ia meminta kabupaten/kota lain untuk bersabar karena Bulog berencana membaginya secara merata. Hal ini untuk merespon keluhan sejumlah kabupaten yang tidak kebagian saat pasokan pertama.

Bulog menargetkan dengan pasokan tambahan ke pasar membuat harga kembali normal kisaran Rp38.000/kg. Sementara saat ini harga masih tinggi yakni berkisar Rp52.000-Rp60.000/kg.

Pedagang bumbu dapur di Pasar Perumnas Palembang, Rudi, mengatakan harga mulai turun sejak kemarin (3/6). Sebelumnya ia menjual Rp56.000/kg, tapi sejak kemarin menjual Rp52.000/kg.

"Harga beangsur-angsur turun, pasokan di agen juga tersedia. Sebelumnya kosong," kata Rudi.

Junaidi, pedagang lainnya masih menjual dengan harga Rp65.000/kg karena ia masih memiliki stok lama.

"Saya sebelumnya ambil dari agen tinggi, dan hingga kini masih tersisa jadi terpaksa masih menjual dengan harga tinggi," kata Junaidi.

Ketersediaan bawang putih di Indonesia hingga kini masih didominasi impor berasal dari dua negara, yakni Tiongkok dan India. Tiongkok memegang porsi mayoritas sebesar 99,25 persen, sementara India 0,65 persen.

Total impor bawang untuk periode Januari-Februari 2017 mencapai 60,9 ribu ton dengan nilai impor 70,5 juta dolar AS. Secara volume terjadi penurunan dari periode sama tahun sebelumnya, yakni 77,2 ribu ton atau sebanyak 21,13 persen. Namun, nilai impor justru naik sebanyak 22,06 persen atau dari 57,7 juta dolar AS.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Agus Yudiantoro mengatakan pemprov dan institusi penegakan hukum di Sumsel telah membentuk satgas pangan untuk menjaga kestabilan harga menjelang Lebaran. Satgas ini diberikan wewenang untuk melakukan penyelidikan jika ada kecurigaan terjadinya penimbunan barang.

"Khusus bawang putih sejauh ini belum ada temuan, justru yang kedapatan itu di provinsi lainnya yakni Jakarta, Medan dan Surabaya sebagai pintu masuk impor bawang dari Tiongkok," kata dia.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar