BLH OKU sosialisasi pengujian Amdal Semen Baturaja

id pt semen, pengujian amdal

BLH OKU sosialisasi pengujian Amdal Semen Baturaja

PT Semen Baturaja (FOTO ANTARA)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menggelar sosialisasi pengujian analisa dampak lingkungan PT Semen Baturaja, terkait rencana perusahaan untuk perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi semen.

Pantauan di lapangan, acara tersebut digelar di ruang salah satu hotel di Baturaja, Rabu dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Ogan Komering Ulu (OKU) Arman, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi setempat H Nasir Yasid, perwakilan dari Disprindagkop dan UKM serta satuan kerja perangkat daerah terkait.

Sementara, dari PT Semen Baturaja (PTSB) dihadiri Kepala Departemen Operasi Litbang Suherman Yahya, Kadep SDM, Amrullah, Kepala Departemen (Kadep) Operasi Marsidi Marsono selaku prakarsa dalam rapat komisi pembahasan dokumen analisa dampak lingkungan (Amdal) RKL-RPL yang diselenggarakan oleh BLH setempat.

Beberapa masukan untuk penyempurnaan Ambal PTSB antara lain dari Kadis Pertambangan dan Energi menyarankan agar Disprindag Koperasi dan UKM keberadaannya lebih dimaksimalkan.

Kadep SDM PTSB Amrullah, menyebutkan bahwa kegiatan itu dalam rangka memenuhi kebutuhan semen di Sumatera Selatan serta wilayah lainnya di Indonesia guna menunjang program pembangunan sarana dan prasarana baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Dikatakannya, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk akan meningkatkan kapasitas produksi semen dari 1,500 juta ton menjadi 3,400 juta ton semen/tahun, berdasarkan persetujuan izin prinsip yang dikeluarkan oleh Bupati Ogan Komeirng Ulu Nomor : 40/031/1/2014 tentang persetujuan prinsip perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi.

Menurutnya, manfaat dari kegiatan peningkatan kapasitas produksi tersebut antara lain sebagai penggerak pembangunan daerah dan wilayah, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memacu pertumbuhan perekonomian daerah serta pengembangan wilayah.

"PTSB akan menggunakan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, hemat energi dan efisiensi dengan menerapkan teknologi inline calciner (ILC) dengan tingkat stages preheater," jelasnya.

Selanjutnya, teknologi penggilingan material juga akan menggunakan vertical mill dan teknologi terbaru perangkap debu yang ramah lingkungan berupa bag hause.

Dikemukakannya, beberapa keunggulan bag haouse dibandingkan dengan alat penangkap debu lainnya seperti alat elecktrostatic peccipitator (EP) adalah memiliki efisiensi yang sangat tinggi mencapai 99,9 persen atau emisi debu hingga lebih kecil 30 mg/Nm3.

"Jauh lebih kecil dibanding nilai ambang batas (NAB) 50 mh/m3," kata Amrullah.

Selain itu, kestabilan penangkapan debu semen tidak hanya bergantung kepada kestabilan suplai listrik dari PLN, katanya.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar