BKSDA selidiki pembantaian harimau di Muaraenim

Ilustrasi - Seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) meronta akibat kaki kanan depannya terjebak jerat kawat baja di kebun akasia konsesi PT Arara Abadi di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (1/7). (FOTO ANTARA/FB Anggoro)

Berita Terkait
Palembang (ANTARA Sumsel) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan menyelidiki laporan, terkait pembantaian harimau Sumatera atau panthera tigris sumatrae yang diperkirakan dilakukan di Kabupaten Muara Enim.

"Kami segera mendalami informasi yang disampaikan masyarakat terkait dengan pembantaian harimau tersebut," kata Komandan Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumsel Zaenal Bambang Irwanda, di Palembang, Senin.

Menurut dia pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait dengan perjumpaan manusia dengan harimau di kawasan yang diperkirakan di Kabupaten Muara Enim tersebut.

Informasi kebaradaan harimau di wilayah yang dilaporkan terjadi pembantaian terhadap satwa yang dilindungi tersebut tentu menjadi awal pengungkapan kasus pembantaian itu.

Ia mengatakan berbagai upaya akan mereka lakukan untuk mengungkap kebenaran informasi pembantaian harimau tersebut.

Targetnya, pelaku pembantaian ditangkap dan diadili sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dia menjelaskan, pembantaian binatang apalagi satwa yang dilindungi tersebut tentunya menjadi preseden buruk ditengah gencarnya perlindungan terhadap hewan langka.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait akan bekerja optimal membongkar kasus tersebut.

Sementara video dugaan pembantaian harimau di Muara Enim tersebut beredar di "Youtube".

Sampai kini, BKSDA setempat terus mendalami kasus pembantaian dengan target menangkap pelaku dan memberikan sanksi sebagai efek jera.

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar