Dinkes OKU tangani warga penderita penyakit kulit kronis

id penyakit kulit,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, wong palembang, wisata palembang, o

Dinkes OKU tangani warga penderita penyakit kulit kronis

Plt Sekdaprov Lampung Taufik Hidayat menjenguk Sumarji pasien penderita penyakit langka (Antara Lampung/HO)

Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menangani dua bersaudara warga setempat, Nadia (19) dan Vika Louna (11) yang menderita penyakit kulit kronis di sekujur tubuhnya melalui perawatan intensif di RS Ibnu Soetowo Baturaja.



"Saat ini kedua warga Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang ini sudah dalam perawatan dokter RSUD Ibnu Sutowo Baturaja mengingat kondisi Nadia dan Vika sudah kronis atas penyakit yang dideritanya sejak belasan tahun tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Husni Thamrin didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Deddy Wijaya di Baturaja, Jumat.



Dia mengemukakan, saat ini Nadia dan Vika sudah ditangani pihak rumah sakit setempat untuk mengobati penyakit kulit yang dideritanya sejak tahun 2000 tersebut.



Sebelumnya, kata dia, kedua pasien ini sempat dirujuk ke RSMH Palembang dan dokter mendiagnosa mereka memiliki kelainan genetik pada kulitnya, bahkan kerusakan kromosom 9 dan penyakit yang bersifat menetap.



"Sedikitnya ada 22 kromosom yang terbentuk saat bayi masih dalam kandungan dengan usia 1-2 bulan. Oleh karena itu, ibu yang mengandung pada usia tersebut harus ekstra hati-hati terhadap janinnya," tegasnya.



Dia menjelaskan, jika terjadi kerusakan kromosom 9 pasien akan mengalami cacat ekstrem pada kulit dan kulitnya tidak bisa terpapar sinar matahari secara langsung.



"Sedangkan tubuh tidak bisa memproses Hemoglobin (HB). Kalau yang bersangkutan terkena sinar matahari kulit bakal melepuh dan tidak bisa beregenerasi. Oleh sebab itulah kami berinisiatif membawa kedua pasien ini ke RS Ibnu Soetowo untuk dilakukan perawatan intensif," katanya.



Selain itu, lanjut dia, selama perawatan di rumah, pihaknya juga terus memberikan obat-obatan seperti antibiotik, CTM dan vitamin yang disalurkan melalui Puskesmas setempat.



Sementara menurut Tatik selaku Bidan Pendamping Desa Merbau yang selama ini menangani kedua pasien tersebut menuturkan jika penyakit yang diduga TBC kulit ini sudah diderita Nadia sejak berusia tujuh bulan.



"Namun saya tidak yakin kalau penyakit yang diderita Nadia ini merupakan TBC kulit karena pasien tidak akan bertahan sampai berumur 19 tahun," kata dia.



Dia mengemukakan, Nadia dan Vika setiap harinya hanya menghabiskan waktu di tempat tidur, bahkan untuk makan dan minum serta ke kamar mandi saja harus dibantu orang lain karena kakinya yang kecil akibat penyakit tersebut tidak mampu menopang tubuhnya guna beraktifitas.



"Kedua pasien saat ini sangat membutuhkan bantuan moril dan uluran tangan dari para dermawan agar dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya tersebut sehingga bisa hidup normal layaknya anak-anak lainnya," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar