Harga daging di Muratara tembus Rp140.000/Kg

id daging,harga daging,pedagang daging sapi,daging kerbau,pedagang daging muratara,harga daging naik,pasar muratara

Pedagang daging kerbau menjajakan dagangannya di pasar Lawang Agung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Senin (3/6). (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/I016/19)

....Kami sebagai pembeli ini tidak paham, apakah ini permainan dari pedagang atau bagaimana, kalau dibilang karena ketersediaan sedikit, tapi yang jual daging banyak....
Muratara, Sumsel (ANTARA) - Harga daging sapi atau kerbau menjelang Lebaran Idul Fitri 2019/1440 Hijriah di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, mencapai Rp140.000 per kilogram (Kg).

"Harganya masih sama seperti Lebaran tahun lalu, Rp140.000/Kg, tapi kalau hari-hari biasa di bawah harga ini sedikit, sekitar Rp120 ribu per kilo," ujar salah seorang penjual daging, Usman di kawasan pasar Lawang Agung, Musi Rawas Utara (Muratara), Senin.

Ia mengakui setiap Lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha harga daging sapi atau kerbau mengalami kenaikan, karena menyesuaikan harga di pasaran yang sudah dipatok oleh para pedagang lainnya.

"Semua pedagang daging di sini menjual Rp140.000 per kilo, masa saya mau merusak pasaran, tapi ada beberapa pembeli tertentu saya kasih turun sedikit, bisa Rp130.000 per kilo," katanya.

Menurut pedagang daging musiman, Lia harga daging kerbau yang dijualnya seharga Rp150.000/Kg.

Harga tersebut ditetapkan berdasarkan harga kerbau yang masih hidup.

"Tergantung dari harga hidupnya, kalau mahal kami jual mahal, kalau murah yah murah, orang jualan kan juga mau untung," katanya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga di Rupit Muratara, Azizah secara terpisah mengatakan dirinya merasa heran dengan harga daging sapi atau kerbau yang selalu naik setiap menjelang hari raya Lebaran.

"Baik Idul Fitri maupun Idul Adha harga daging selalu naik, padahal hari-hari biasanya saya suka beli itu masih harga normal," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah kenaikan harga daging yang selalu terjadi menjelang hari raya Lebaran setiap tahunnya, karena dikhawatirkan naiknya harga daging adalah permainan para pedagang itu sendiri.

"Kami sebagai pembeli ini tidak paham, apakah ini permainan  dari pedagang atau bagaimana, kalau dibilang karena ketersediaan sedikit, tapi yang jual daging banyak, sedangkan harganya tetap mahal," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar