Warga Kota Palembang diimbau sediakan alat pemadam kebakaran

id kebakaran palembang,alat pemadam kebakaran,bencana kebakaran

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang, Alhidir. (ANTARA/Aziz Munajar)

....Apar cukup terjangkau di pasar, harga yang ditawarkan tergantung ukuran. jauh lebih murah dibanding dengan kerugian materi seandainya terjadi kebakaran....
Palembang (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang mengimbau warga menyiapkan alat pemadam guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran karena angka kejadian kebakaran cenderung meningkat setiap tahun.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang Alhidir pada Senin mengatakan bahwa sebenarnya kebakaran dalam bangunan bisa lebih dini dicegah agar tidak meluas kalau pemiliknya menyiapkan alat pemadam kebakaran (Apar).

"Terutama rumah yang memiliki usaha bengkel dan kuliner, di mana bersentuhan langsung dengan api, wajib punya Apar minimial yang ukuran kecil, apalagi saat ini sudah masuk musim kemarau," ujar Alhidir.

Ia menjelaskan kalau sedia alat pemadam maka api yang muncul akibat korsleting atau ledakan gas akan bisa dipadamkan dalam waktu sekitar 10 menit sehingga tidak akan merembet ke mana-mana.

Idealnya, kata dia, setiap rumah setidaknya memiliki minimal satu tabung pemadam kebakaran.

"Apar cukup terjangkau di pasar, harga yang ditawarkan tergantung ukuran, misalnya ukuran dua liter berkisar Rp250.000 sampai Rp300.000, ukuran terbesar enam liter harganya Rp600.000, jauh lebih murah dibanding dengan kerugian materi seandainya terjadi kebakaran," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa penggunaan cara-cara tradisional untuk memadamkan api akibat korsleting atau kompor meledak seperti dengan langsung menyiramkan air atau menutupnya menggunakan karung goni atau handuk basah sebenarnya kurang efektif.

"Jika kompor meledak lalu disiram air, maka api akan terangkat ke atas lalu merembet ke dinding atau atap, alhasil api membesar, seandainya pakai Apar api langsung padam," jelas Alhidir.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya warga menyediakan alat pemadam, khususnya warga yang tinggal di permukiman padat penduduk dan lorong sempit yang rawan kebakaran seperti daerah Plaju, Kertapati, dan Jakabaring.

"Di wilayah itu mobil pemadam sulit menerobos masuk jika terjadi kebakaran, maka penting sekali warga punya Apar, paling tidak salah satu warga punya di rumah," kata Alhidir.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang mencatat 716 kali peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan dan lahan dalam tiga tahun terakhir.

Rinciannya, tahun 2016 terjadi 173 kebakaran, pada 2017 terjadi 236 kebakaran, dan tahun 2018 terjadi 262 kebakaran. Sementara selama Januari-April 2019, tercatat ada setidaknya 167 kejadian kebakaran yang melahap bangunan dan menghanguskan lebih dari 500 rumah, bangunan, serta pergudangan.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar