Pencinta burung berkicau di Palembang kembangkan penangkaran

id Pencinta burung berkicau,penangkaran burung,berita sumse,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang

Dokumentasi - Lomba burung berkicau (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Permintaan burung berkicau di Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkat akhir-akhir ini sehingga mendorong warga pencinta atau yang memiliki hobi memelihara burung mengembangkan penangkaran hewan tersebut.

Permintaan burung berkicau terutama kacer, love bird, kenari, cucak rowo, ciblek, dan murai batu dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan, kata Ragil Septian salah seorang pemilik penangkaran burung di kawasan Sekip Palembang, Minggu.

Kondisi itu, menurut dia, memantapkan dirinya untuk mengembangkan penangkaran dan menekuni usaha penjualan burung berkicau,

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini semakin banyak warga yang memelihara burung berkicau baik untuk dinikmati sendiri maupun dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi burung berkicau.

Memelihara burung berkicau memberikan kepuasan dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya terutama ketika memenangkan kompetisi.

Selain sebagai hiburan di rumah, memelihara burung berkicau juga bisa dijadikan ladang bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan yang besar.

Burung berkicau jika dipelihara dengan baik dan berhasil melatihnya mengeluarkan suara yang merdu, bisa bernilai tinggi setara dengan kendaraan bermotor roda dua, bahkan tidak sedikit yang berani memberikan mobil kepada pemilik burung berkicau terbaik, katanya

Menurut dia, burung berkicau yang dijualnya sebagian besar merupakan hasil beternak sendiri yang indukannya dibeli dari sejumlah daerah di Sumsel dan provinsi tetangga bahkan ada yang dibeli dari Pulau Jawa.

Usaha penjualan burung berkicau memiliki prospek yang cukup cerah, bagi masyarakat yang tertarik menekuni usaha tersebut dan belajar beternak burung, dia siap berbagi ilmu dan pengalaman merintis penangkaran burung, ujar Ragil.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar