Puluhan ayam ternak di Musi Rawas mati mendadak

id ayam,ayam mati mendadak,mura,musi rawas,dinas pertanian dan peternakan,virus Newcastle Disease,tetelo,flu burung,kesehatan,hewan

Seorang warga Desa Sumber Asri Kecamatan Sumber Harta Musi Rawas Sumatera Selatan, ketika menunjukkan ayamnya yang mati mendadak, Rabu (19/9) (ANTARA News Sumsel/Marjamin/Erwin Matondang/18)

....untuk sejauh ini, melihat gejalanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu flu burung atau virus Newcastle Disease ....
Musi Rawas (ANTARA News Sumsel) - Puluhan ayam ternak milik warga Desa Sumber Asri Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan mati mendadak.

"Sudah semenjak dua hari terahir kurang lebih 30 ekor ayam ternak saya banyak yang mati, hama penyakit yang menyerang ayam itu siang dan malam," kata peternak ayam Nurul (22) di Desa Sumber Asri di Muara Beliti, Rabu.

Dirinya mengaku belum mengetahui penyebab dari kematian ayam- ayam mati secara mendadak. Pasalnya ayam tersebut sebelumnya dalam kondisi sehat, bahkan pemberian makannya dilakukan secara rutin. 

"Kalau gejala, ayam ini awalnya sehat-sehat saja, kemudian terbang keatas dan kemudian jatuh kebawah kejang-kejang dan langsung mati. Ada sebagin matinya secara bersamaan dan ada juga yang satu persatu tapi terus menerus terjadi. Karena semalam itu mati satu, saya ambil kemudian mati lagi satu," cerita dia. 

Lanjut dia menceritakan, karena tidak mau menular ke ayam yang lainnya dirinya langsung berinisiatif untuk memotong seluruh ayamnya. Sebab dikhawatirkan akan terus menular ke ayam lainnya, yang tidak menutup kemungkinan juga menular ke  bebeknya. 

"Setelah Senin paginya, hampir 200 ekor yang masih sehat saya sembelih semuanya untuk menjadi ayam potong ras, karena saya takut menyebar ke ayam yang lainnya. Terlebih saya juga ternak ayam kampung dan bebek," ungkap dia. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas Tohirin, melalui Kabid Nakeswan Marzuki mengatakan, untuk sejauh ini, melihat gejalanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah itu flu burung atau virus Newcastle Disease (ND/Tetelo).

"Kita tidak bisa menyimpulkan penyakit apa itu, karena harus diperiksa dulu , apakah virus flu burung dan virus ND," kata Marzuki.

Terlabih dikatakannya, dimana untuk penyakit flu burung saat ini tidak mudah dideteksi. Hanya saja, pihaknya menyarankan untuk diberikan vaksin, sebab dikhawatirkan akan menyebar ke hewan ternak lainnya yang ada disekitar. 

"Dulu kan flu burung bisa dilihat secara kasat mata, seperti kaki memerah dan jenggernya biru, badannya berwarna merah kehitaman. Jadi untuk menghindari penularan, harus di vaksin dulu dengan menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat," ungkap dia.

Namun terlepas dari itu sambung ia, pihaknya mengakui bahwa ayam jenis ras ini sangat rentan dengan penyakit baik flu burung maupun virus ND, khususnya penyakit akibat perubahan atau pergantian cuaca. 

"Ayam ras ini sangat rentan dengan penyakit luar, karena ini ayam jenis boiler.  Apalagi terhadap perubahan cuaca dan pasokan panas sinar matahari yang tidak cukup, jadi memang ayam ini butuh perawatan khusus," tutup dia.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar