Kawasan Sekanak direvitalisasi jadi destinasi wisata baru

id walikota, harnojoyo, destinasi wisata, kawasan sekanak, palembang tempo dulu, sekanak, kota palembang

Dokumentasi - Foto udara Jembatan Ampera memiliki panjang 1.117 m dan lebar 22 m (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/15)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kawasan Sekanak, Palembang, yang memiliki perwajahan kota tempo dulu akan direvitalisasi pemerintah setempat untuk dijadikan destinasi wisata baru untuk menyambut Asian Games XVIII tahun 2018.

Wali Kota Palembang Harnojoyo di Palembang, Kamis, mengatakan, kawasan yang terletak di pinggiran Sungai Musi ini akan dikembangkan dalam konsep Sekanak Kerihin (Sekanak Tempo Doloe).

"Saat ini sedang dalam pengerjaan, sudah jalan perencanaannya," kata dia.

Di kawasan ini ada enam bangunan tua, dan melalui moda transportasi sungai bisa langsung ke Benteng Kuto Besak. Keenam bangunan tua itu, yakni Bioskop Rosida atau Reks, Gudang Kopi atau Gedung Opera, Jembatan Sekanak, Gedung Tomson, Kantor Hoktong, Hotel pertama di Palembang atau bekas kantor Harian Sumeks.

Percepatan sektor pariwisata sedang digenjot yang ditandai telah bermunculan destinasi baru, seperti Sudirman Walk.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan berbagai sektor digenjot pertumbuhannya untuk memanfaatkan momen Asian Games ini, salah satunya sektor pariwisata.

"Setidaknya 15.000 orang diperkirakan akan mendatangi Palembang saat Asian Games digelar, tentunya sanga sayang sekali jika momen ini tidak dimanfaatkan," kata dia.

Kota Palembang memiliki potensi luar biasa karena merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki beragam jenis wisata, seperti kuliner, belanja, religi, sejarah dan alam.

Kota Palembang menargetkan jumlah wisatawan dalam negeri menembus angka 1,2 juta jiwa, sedangkan untuk wisatawan manca negara berjumlah 12.000 orang. Target ini cukup tinggi jika dibandingkan capaian tahun 2016 yakni 900.000 orang wisatawan dalam negeri dan 9.000 wisatawan manca negara.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar