Inter mencetak gol larut untuk pertahankan start sempurna

id intermilan, liga italia, seri a, gol, Crotone, klasemen sementar

Pemain Inter Milan (Ist)

Milan (Antara/Reuters) - Inter Milan mencetak dua gol pada sepuluh menit terakhir ketika mereka menggunakan situasi panas dan kondisi berangin untuk meraih kemenangan 2-0 di markas Crotone pada Sabtu, dan memperpanjang start sempurna mereka di Liga Italia musim ini.

Milan Skriniar dan Ivan Perisic menjadi pencetak gol untuk Inter, yang finis di peringkat ketujuh musim lalu, ketika pasukan Luciano Spalletti mampu selamat dari babak kedua yang berat untuk mengukir empat kemenangan dari empat pertandingan.

Kiper Inter Samir Handanovic melakukan penyelamatan-penyelamatan sulit dari Aleksandar Tonev pada kedua babak, ketika Crotone, satu-satunya tim yang belum mencetak gol musim ini, mengancam untuk mengulangi kemenangan mengejutkan 2-1 pada April silam.

Namun, setelah jarang mengancam pada babak kedua, Skriniar membawa Inter memimpin pada menit ke-82, mengemas gol pada upaya ketiga setelah ia gagal memanfaatkan peluang pertama dan kedua sebelum akhirnya menaklukkan Alex Cordaz.

Untuk menambahi penderitaan Crotone yang belum pernah menang, Perisic membukukan gol kedua untuk tim tamu pada fase akhir pertandingan.

"Ini panas, lapangannya sangat kering dan angin menyebabkan sejumlah masalah bagi kami di babak pertama," kata pelatih Inter Luciano Spalletti.

"Untuk dapat beradaptasi dengan kondisi-kondisi ini, hal itu berarti kami memiliki kualitas hebat."

"Kami sedikit kesulitan, Handanovic melakukan dua penyelamatan penting namun kemenangan seperti ini merupakan tanda adaptabilitas, kekuatan mental, dan kepribadian yang hebat," tambah sang pelatih berkepala plontos ini.

Tim asuhan Spalletti sebelumnya, AS Roma, harus bertarung dalam kondisi badai petir pada babak pertama, ketika mereka menang 3-0 atas tim promosi Verona, di mana Edin Dzeko mengemas dua gol setelah Radja Nainggolan membuka jalan untuk meraih kemenangan.

Roma, yang merupakan runner up musim lalu, mengoleksi enam poin namun baru menjalani tiga pertandingan. Verona, yang harus kehilangan Samuel Souprayen karena diusir keluar lapangan pada menit ke-66, hanya memiliki satu poin.

Penyerang Fiorentina Federico Chiesa mencetak gol yang serupa dengan gol-gol khas ayahnya saat menang 2-1 atas Bologna ketika ia bergerak memotong ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kanan melengkung menuju sudut atas gawang.

"Itu sangat mirip dengan yang biasa digunakan ayah saya untuk mencetak gol dan itu membuat saya gembira," kata pemain 19 tahun itu.

Gol Chiesa membawa Fiorentina memimpin 1-0 pada menit ke-51 dan, meski Rodrigo Palacio menyamakan kedudukan semenit kemudian, sundulan German Pezzella membawa Tim Ungu memiliki tiga angka.

Enrico Chiesa bermain untuk sejumlah klub papan atas Italia, termasuk Fiorentina, dan disebut-sebut sebagai salah satu pencetak gol terbaik negara itu pada periode 1990-an.

Inter memimpin tiga angka di puncak klasemen dengan 12 poin sebelum Juventus dan Napoli, tim-tim lain yang memenangi tiga pertandingan pertamanya, bermain pada Minggu.

Crotone, yang menorehkan aksi meloloskan diri dari ancaman degradasi terhebat sepanjang sejarah Liga Italia pada musim lalu, baru memiliki satu poin dan terlihat akan kembali menjalani musim yang berat.(H-RF)

Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar