Sering ditolak cintanya remaja pilih gantung diri

id cinta, bunuh diri, gantung diri, remaja, ditolak cintanya, depresi berat, gadis, wanita, Kapolres, Jasadnya

Ilustrasi (Antarasumsel.com/Grafis)

Sukabumi (Antarasumsel.com) - Seorang remaja, Abdul Manaf (18) memilih mengakhiri hidupnya gantung diri di pohon kokosan di samping rumahnya di Kampung Cinangewer, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat karena sering ditolak cintanya.

"Dari keterangan yang kami terima, remaja warga RT 12/03, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng mengalami depresi berat karena sering ditolak oleh gadis yang dicintainya," kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Ngajib di Sukabumi, Sabtu.

Remaja ini nekat gantung diri di pohon kokosan setinggi 3,5 meter dengan menggunakan tambang plastik yang ditalikan di pohon tersebut. Jasadnya ditemukan pertama kali oleh keluarganya yang mencari ke samping rumahnya dengan kondisi sudah tidak bernyawa dan masih tergantung di atas pohon.

Untuk menurunkan jasad remaja yang dikenal pendiam ini, pihak kepolisian harus dibantu warga dan keluarganya karena tubuhnya tergantung cukup tinggi. Usai diturunkan, jenazah Abdul Manaf langsung dievakuasi ke Puskesmas Bojonggenteng.

Dari hasil visum et refertum, tidak ditemukan ada bekas luka penganiayaan dan kondisinya kematiannya murni akibat bunuh diri. Adapun luka yang terdapat di lehernya karena jeratan tali.

"Kasus ini murni karena bunuh diri, karena terdapat tanda-tanda seperti keluar cairan dan kotoran dari lubang tubuhnya serta lidahnya menjulur. Setelah dilakukan pemeriksaan jasad remaja ini pun kami pulangkan ke keluarganya untuk segera dikebumikan," tambah Ngajib.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat sekitar, Ujang Miftahudin mengatakan remaja ini kesehariannya pendiam dan informasinya sering ditolak wanita idamannya dan hubungan pacarannya pun cepat kandas.

Mungkin akibat tidak mulusnya hubungan asmara remaja ini dengan gadis pujaannya, menyebabkan depresi dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. "Abdul Manaf juga pernah menjadi murid saya, di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)," katanya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar