Korban kebakaran pasar loak Cinde didata

Ketua RT 10 Edi Romli sedang mendata korban kebakaran pasar loak Cinde kawasan Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Kamis (28/3) pagi. (Foto Antarasumsel.com/Yudi Abdullah)

Berita Terkait
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemilik rumah toko dan petak kios yang menjual besi, aksesori, dan peralatan kendaraan bermotor di pasar loak atau barang bekas Cinde Palembang yang menjadi korban kebakaran, Rabu malam mulai didata.

Berdasarkan hasil pendataan terdapat 10 unit rumah toko (ruko) dan 13 petak kios terbakar, serta enam ruang kelas sekolah Madrasah Bumi, kata Ketua RT 10 Romli Edi seusai melakukan pertemuan dengan para korban kebakaran di Pasar Loak Cinde Palembang, Kamis.

Berdasarkan fakta lapangan serta laporan dari pemilik toko dan kios korban kebakaran, dalam peristiwa itu tidak ada keluarga atau karyawan mereka yang menjadi korban luka-luka atau korban jiwa.

Korban kebakaran melaporkan semua barang dagangannya seperti peralatan mesin, ban, velg, serta aksesori mobil dan sepeda motor lainnya hangus terbakar, selain itu juga ada pemilik kios yang berdagang kipas angin dan pompa air juga melaporkan semua barang dagangannya hangus terbakar, katanya.

Dijelaskan, musibah kebakaran yang menimpa kawasan perdagangan mesin, aksesori kendaraan dan berbagai barang bekas lainnya itu terjadi pada Rabu (27/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB, ketika sebagian besar pemilik tempat usaha dan karyawannya tidak berada di tempat.

Api yang menghanguskan 23 unit ruko permanen dua lantai dan petak kios terbuat dari kayu itu secara maksimal  dilokalisir oleh warga setempat dan petugas Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran Palembang sehingga tidak meluas.      

Kebakaran yang terjadi di pertokoan dan petak kios kawasan pasar loak Cinde Palembang itu berada di wilayah RT 10, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I yang merupakan daerah padat pertokoan dan permukiman, kata ketua RT itu menambahkan.

Sementara salah seorang korban kebakaran Beni mengatakan, dia yang memiliki kios peralatan mesin dan aksesori sepeda motor tidak bisa menyelamatkan satupun barang dagangannya karena ketika ke lokasi kejadian kiosnya sudah habis terbakar.    

Akibat kebakaran itu kerugian yang dideritanya lebih dari Rp100 juta, karena beberapa hari sebelum terjadi kebakaran ini baru mengisi berbagai barang dagangannya, ujarnya.

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar