Freeport konversi gas industri

id freeport,konversi gas,papua

Freeport konversi gas industri

Vice President PT Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintah Jonny Lingga (ANTARA/Evarianus Supar)

Timika, Papua (ANTARA) - PT Freeport Indonesia kini tengah menuntaskan program konversi gas industri ke gas medis guna memenuhi kebutuhan oksigen medis pasien COVID-19 yang dirawat di RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana, Papua.

Vice President PT Freeport Indonesia Bidang Hubungan Pemerintah Jonny Lingga di Timika, Sabtu, mengatakan proses konversi dari gas industri menjadi gas medis sementara berlangsung di fasilitas Light Industrial Park (LIP) Kuala Kencana.

"Itu yang sedang kami kerjakan saat ini dan tentu dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan Disperindag Mimika terkait izinnya. Mudah-mudahan ini segera diproduksi," kata Jonny.

Menurut dia, pabrik gas di LIP Kuala Kencana itu nantinya bisa menghasilkan 60 tabung gas medis per hari.

Dengan jumlah produksi demikian, katanya, cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen para pasien yang dirawat di RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana. Namun jika produksinya lebih maka akan membantu kebutuhan oksigen medis RSMM Timika dan RSUD Mimika.

Jonny mengakui saat ini stok oksigen medis milik PT Freeport Indonesia untuk melayani pasien COVID-19 di RS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana juga habis sehingga tidak bisa membantu permintaan RSUD Mimika dan RSMM Timika.

Beberapa waktu lalu PT Freeport telah membantu 50 tabung oksigen untuk RSUD Mimika.

Selain itu, PT Freeport juga membantu masing-masing 10 unit oksigen konsentrator ke RSMM dan RSUD MImika.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra menyebut kebutuhan oksigen medis untuk penanganan pasien COVID-19 di Mimika saat ini sangat tinggi karena semakin banyak pasien datang ke rumah sakit dengan kondisi berat hingga kritis.

"Setiap hari pasien terus bertambah di rumah sakit sehingga kebutuhan oksigen juga terus bertambah. Salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan ini yaitu mengonversi gas industri ke gas medis," jelasnya.

Saat ini di Mimika baru terdapat satu pabrik oksigen medis, dimana dalam waktu 12 jam hanya mampu menghasilkan 30 tabung oksigen medis.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021