Paul Munster tak tergoda nama besar dalam rekrut pemain

id Paul munster, bhayangkara fc, bhayangkara solo fc, pelatih bhayangkara fc, piala menpora,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, palembang har

Paul Munster tak tergoda nama besar dalam  rekrut pemain

Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster (HO/Bhayangkarasolofc.id)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster mengaku tidak tergoda nama besar untuk mendatangkan pemain baru, tetapi lebih melihat pada performa yang mereka miliki.

"Mendatangkan pemain bukan karena nama besar mereka, tetapi karena performa yang bisa mereka tunjukkan di lapangan," kata Paul, saat konferensi pers virtual jelang tanding Piala Menpora, Minggu.

"Karena yang memenangkan pertandingan adalah dari performa pemain, bukan dari nama besar mereka," Paul menambahkan.

Demikian pula keputusan memboyong dua pemain timnas, yakni Hansamu Yama dan Evan Dimas Darmono ke kandang The Guardians.

Paul menepis Bhayangkara FC dianggap jor-joran dalam merekrut pemain, sebab keduanya berlabel timnas dan tentunya memiliki nilai kontrak yang mahal.

Soal transfer Evan dan Hansamu, eks pelatoh Timnas Vanuatu itu menegaskan mereka berdua ketika direkrut Bhayangkara dalam posisi sudah bebas kontrak.

Artinya, Evan dan Hansamu saat itu sudah tidak ada jalinan kontrak dengan tim lain.

Yang paling utama, kata Paul, Evan dan Hansamu didatangkan karena mereka ingin bermain dan mencetak prestasi bersama di Bhayangkara FC.

"Itu hal yang paling utama mendatangkan mereka berdua. Bukan karena mereka berlabel timnas atau berharga mahal," tegasnya.

Menjelang Piala Menpora, Bhayangkara FC diketahui merekrut bintang timnas, Hansamu Yama dan Evan Dimas yang diyakini akan semakin memperkuat skuad.

Di Piala Menpora, Bhayangkara FC tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, Borneo FC, dan PSM Makassar.

Laga perdana yang akan dijalani Bhayangkara di babak penyisihan Grup B adalah melawan melawan Borneo FC, Senin (22/3) mendatang, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar