Baharkam Polri upayakan TMC atasi kebakaran lahan Sumsel

id hujan buatan,tmc, karhutla, satgas karhutla sumsel,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera

Kabaharkam Mabes Polri Komjen Pol Condro Kirono ketika melakukan konferensi pers terkait masalah Karhutla di Posko Satgas Karhutla, Palembang, Selasa (13/8) (Foto ANTARA News Sumsel/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri akan mengupayakan hujan buatan dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan agar tidak semakin parah seperti yang terjadi di Riau.

"Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel yang kini luasnya mencapai 572 hektare perlu dilakukan penanggulangan secara maksimal sehingga tidak semakin parah dan mengakibatkan bencana kabut asap," kata Kabaharkam Mabes Polri Komjen Pol Condro Kirono ketika melakukan konferensi pers tentang Karhutla di Posko Satgas Karhutla, Palembang, Selasa.

Baca juga: Gajah sumatera di Tesso Nilo stres akibat kebakaran lahan

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di sembilan kabupaten dalam wilayah Sumsel rawan Karhutla meliputi Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasian, Musi Banyuasin, Muaraenim, Pali, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara sudah cukup baik.

Satgas siaga darurat bencana asap akibat Karhutla telah bekerja dengan baik, namun perlu didukung dengan mengupayakan hujan buatan menggunakan TMC.

Untuk menurunkan tim TMC mengatasi cuaca Sumsel yang sudah hampir satu bulan tanpa hujan, pihaknya akan membantu melakukan koordinasi dengan pejabat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dengan adanya hujan buatan, diharapkan bisa membasahi kawasan hutan dan lahan gambut yang mengalami kekeringan dan berpotensi terbakar.

Baca juga: Satgas Karhutla Sumsel tindak tegas pembakar lahan

Kegiatan pembasahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang dilakukan Satgas Karhutla Sumsel sejak April 2019 bisa lebih maskimal dengan dilakukan TMC.

Jangan sampai terjadi Karhutla yang lebih luas dan menimbulkan bencana kabut asap seperti yang terjadi di Riau, baru dilakukan TMC untuk mengupayakan turun hujan pada puncak musim kemarau Agustus 2019 ini, kata Komjen Pol Condro Kirono.

Baca juga: Polri dorong Satgas Karhutla Sumsel fokus desa rawan

Komandan Stgas Siaga Darurat Bencana Asap Sumasel, Kol Arh Sonny Septiono menambahkan pihaknya mengharapkan bantuan untuk mendatangkan tim BPPT untuk melakukan hujan buatan dengan menerapkan TMC.

Anggota Satgas yang sekarang ini fokus melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan di desa sangat rawan karhutla tugasnya bisa lebih ringan jika ada hujan membasahi kawasan hutan dan lahan yang kering.

Sumsel dengan 17 kabupaten dan kota memiliki 2.589 desa, dari jumlah itu sembilan kabupaten yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasian, Musi Banyuasin, Muaraenim, Pali, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara rawan karhutla serta 90 desa dipetakan sangat rawan karhutla.

Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di desa rawan Karhutla itu membutuhkan perjuangan keras karena lokasinya tidak semuanya bisa dijangkau oleh petugas yang melakukan operasi darat, sementara tim operasi udara juga jumlahnya terbatas hanya didukung lima unit helikopter yang memiliki kemampuan pengeboman air (water bombing), kata Dansatgas yang juga Danrem 044 Garuda Dempo itu.

Baca juga: Engineer pesawat waterbombing asal Rusia meninggal
Baca juga: Kapolri minta Panglima TNI bantu tangkap tangan pembakar lahan
Baca juga: Penderita ISPA di Sumatera Selatan 274.502 orang dipicu Karhutla
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar