Pemkot Palembang gencar sosialisasi pemotongan hewan kurban

id hewan kurban,kambing,sapi,dokter hewan,pedagang sapi,harobin,sekda palembang

Arsip- Petugas dari Dari UPTD kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang melakukan pemeriksaan pada hewan yang akan di kurbankan saat Idul Adha .(ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, gencar melakukan sosialisasi pemotongan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 22 Agustus 2018.

"Kegiatan sosialisasi tersebut gencar dilakukan di sejumlah kawasan permukiman penduduk dan mengumpulkan panitia pemotongan atau penyembelihan hewan kurban di suatu tempat," kata Sekda Palembang, Harobin Mastofa di Palembang, Kamis.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut mulai digelar pada awal Agustus ini, dan akan terus dilakukan secara intensif hingga beberapa hari menjelang Hari Raya Kurban itu.

Kegiatan sosialisasi itu gencar dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai cara memilih hewan ternak yang baik dan memenuhi persyaratan kurban, cara penyembelihan hewan yang halal, bersih, dan bebas dari penyakit (higienis).

Dalam kegiatan itu diberikan penjelasan teknis menjaga hewan seperti sapi dan kambing agar tidak stres selama menantikan waktu penyembelihan, proses penyembelihan, dan pemotongan daging hewan, ujarnya.

Selain menggalakkan kegiatan sosialisasi tersebut, menurut dia, pihaknya juga menyiapkan satuan tugas khusus untuk memeriksa kesehatan hewan ternak yang akan dikurbankan oleh masyarakat di kota ini sehingga terjamin kesehatannya.

Untuk menjamin kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, satgas akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak di pusat penjualan hewan kurban, dan kawasan permukiman penduduk yang biasa dijadikan tempat penyembelihan kurban.

Pembentukan satgas atau tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang biasa dikurbankan masyarakat kota setempat, dilakukan untuk mencegah beredarnya hewan ternak yang tidak sehat dan kurang memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

Sesuai ketentuan hewan yang dipotong untuk kurban dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya harus sehat atau terbebas dari penyakit, tidak cacat, dan memiliki berat yang ideal, kata Harobin.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar