Idrus Marham jadi Mensos

id Idrus Marham, Mensos, baru, Khofifah, resmi

Arsip.SIdrus Marham. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, (Antaranews Sumsel) - Untuk ketiga kalinya Presiden Joko Widodo mengganti para menterinya di jajaran Kabinet Kerja.

Pada Rabu (17/1) pagi, Presiden melantik Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena maju sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur.

Selain Idrus, Presiden juga melantik mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), serta Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU).

Munculnya nama Idrus Marham sebagai Menteri Sosial terkesan begitu tiba-tiba. Sebelumnya nama pria berkaca mata itu sama sekali tidak pernah disebut-sebut bakal menggantikan Khofifah.

Justru nama yang sebelumnya muncul di media adalah Yenny Wahid, salah satu putri mendiang Gus Dur. Nama lain yang juga pernah diisukan adalah Najwa Shihab, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ade Komaruddin.

Idrus Marham yang lahir di Pinrang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1962 itu akan melanjutkan tugas Khofifah sebagai Menteri Sosial untuk sisa masa jabatan hingga 2019.

Kepada awak media di Istana Negara Jakarta, Idrus Marham berjanji akan amanah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Sosial dengan maksimal dan sebaik mungkin.

Idrus mengaku sebelumnya sudah sempat berkomunikasi dengan Presiden Jokowi meski tidak secara khusus membicarakan soal jabatan Mensos.

"Sebagai partai pendukung pemerintah, kami komunikasi tentang program tapi beliau (Presiden) tidak pernah bicara tentang menteri dan ini sesuai Partai Golkar bahwa kami mendukung pemerintah tanpa syarat. Tapi apabila diberikan kepercayaan, Partai Golkar sebagai partai yang selama ini melakukan kaderisasi tentu akan memberikan kader dalam rangka sukses pemerintahan," ungkap Idrus.

Terkait dengan posisinya rangkap jabatan dirinya sebagai Sekjen Partai Golkar serta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga menjabat Menteri Perindustrian, Idrus Marham belum mau berkomentar banyak.

Politisi yang mengawali karier di dunia akademik ini hanya menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengganggu, bahkan akan saling memperkuat, karena kekuatan Partai Golkar ada pada sistem yang dimiliki.

    
Karier Menanjak

Sejak masih sekolah, Idrus menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Sulawesi Selatan itu sudah banyak aktif dan terlibat pada organisasi kepemudaan dan keagamaan.

Suami dari Ridho Ekasari itu mengawali kariernya sebagai dosen di Universitas Islam Attahiriyah pada 1986 hingga 1992.

Peraih predikat Dosen Terbaik di Universitas Islam Attahiriyah (1987) ini juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor III Universitas Islam Attahiriyah dan merupakan Sekjen PPAMPG pertama yang berasal dari kalangan sipil.
Idrus aktif di berbagai organisasi bahkan sejak berstatus sejak pelajar seperti OSIS, Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiwa, Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII).

Di samping itu, pengalaman keorganisasian dan perpolitikan Marham juga diperkaya dengan berbagai kegiatan yang diikuti dalam tubuh Generasi Muda Kosgoro, Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) serta Karang Taruna.

Idrus meraih gelar doktor ilmu politik dengan predikat cumlaude setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul "Demokrasi Setengah Hati; Studi Kasus Elite Politik di DPR RI 1999-2004".

Karir politik nasional Idrus Marham dimulai setelah terpilih sebagai anggota MPR RI pada Pemilu 1997 dan berlanjut hingga menjadi anggota DPR/MPR RI selama tiga periode mulai 1999 hingga 2014 sebagai kader Partai Golkar.

Nama mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2002-2005 serta Wakil Pemuda Dunia pada 2005 ini banyak menjadi sorotan media saat berkiprah dalam keanggotaan Panitia Khusus Angket Century pada 2009-2010.

Ketika itu, masyarakat sempat meragukan komitmennya dalam mengungkap kasus yang banyak melibatkan para petinggi publik di Indonesia.

Idrus Marham kembali membuat kejutan kepada publik ketika mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 dengan alasan memilih fokus bekerja bagi partai menjelang penyelenggaraan Pemilu 2014.

Namun, kepiawaiannya di dunia politik membuatnya dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar mendampingi Ketua Umum Aburizal Bakrie pada Munas Golkar di Riau, 2009.

Bahkan di kepengurusan selanjutnya di bawah kepemimpinan Setya Novanto, hasil Munaslub Golkar di Bali, 2016, Idrus pun masih dipercaya sebagai Sekjen.

Kini, dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto yang dikukuhkan dalam Munaslub Partai Golkar di Jakarta, Desember 2017, Idrus juga tetap menjabat sekjen partai berlambang beringin itu, hingga akhirnya dipercaya Presiden Jokowi sebagai Mensos.
(T.D016/B/A. Mujayatno/A. Mujayatno)

   
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar