Harga Telur Ayam di Baturaja Bergerak Naik

id telur ayam, telur, harga telur naik, telur di baturaja naik, jelang natal harga telur naik, pedagang telur, pasar tradisional

Pedagang telur ayam (ANTARA Sumsel/Feny Selly)

Baturaja  (ANTARA Sumsel) - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berangsur naik dari sebelumnya sekitar Rp18 ribu perkilogram menjadi Rp20 ribu perkilogram.

"Harga telur ayam kini naik sekitar Rp2 ribu perkilogramnya sehingga menjadi Rp20 ribu perkilogram," kata salah seorang pedagang telur di Pasar Baru, Ogan Komering Ulu (OKU), Yanto di Baturaja, Rabu.

Dia mengatakan, harga jual telur ayam ditingkat pedagang di sejumlah pasar tradisional di wilayah itu naik sejak beberapa hari terakhir mencapai Rp20 ribu perkilogram.

Yanto mengaku, tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut namun dipastikan harga beli telur ditingkat agen pemasok di wilayah itu sekarang mematok harga tinggi.

"Jika agen pemasok menaikan modal telur , secara otomatis harga pasaran yang kami jual juga ikut naik agar tidak merugi," jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Sumarni pedagang lainnya di kawasan Pasar Atas Baturaja meskipun harga telur naik menjadi Rp20 perkilogram, namun daya beli masyarakat dinilai masih normal menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Bisa dibilang daya beli masyarakat membeli telur ayam di pasar masih stabil. Begitu juga dengan stok telur yang akan saya jual dapat dipastikan aman hingga menjelang Natal dan tahun baru nanti," kata dia.

Bahkan kata dia, permintaan masyarakat yang membeli telur ayam menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun 2018 tersebut diprediksi tidak terlalu banyak seperti saat Lebaran Idul Fitri yang terjadi peningkatan jumlah pembelinya.

"Sebab mayoritas masyarakat Kabupaten OKU merupakan muslim sehingga tidak? banyak membeli telur untuk dimasak saat perayaan Natal pada 25 Desember nanti," jelasnya.

Meskipun demikian, Sumarni mengaku akan tetap menambah persediaan telur ayam untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pembeli mendakati perayaan Natal nanti.

"Kalau hari biasa telur ayam dapat terjual sekitar satu hingga dua peti. Namun jika waktu libur biasanya saya menambah stok telur ayam untuk persediaan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar