Pasangan suami istri anggota polisi kelola rumah belajar

Pewarta : id pasangan suami istri kelola rumah belajar, pasutri anggota polisi, rumah belajar, anggota polisi didik anak kurang mampu, sekolah, siswa, murid

Pasangan suami istri anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sako Palembang Aiptu Sabirin dan Aiptu Monalisa sedang mengajar anak-anak kurang mampu (ANTARA Sumsel/17/Feny Selly)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sejak Desember 2016 ruangan seluas sekitar 3x2 meter milik warga Rosnani di RT 67 Kecamatan Sako itu setiap pagi mulai pukul 09.30 WIB dan siang menjelang sore pukul 14.00 WIB tampak ramai dengan anak-anak yang antusias untuk belajar bersama.

Antusias anak-anak kurang mampu itu belajar bersama berkat inisiatif pasangan suami istri anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sako  yakni Aiptu Sabirin dan Aiptu Monalisa yang rela meluangkan waktu mengelola rumah belajar bersama warga di kawasan Lebung Gajah Kecamatan Sako Palembang.

"Awalnya anak-anak dan warga sekitar sempat takut, karena ada polisi yang mendatangi mereka tapi sekarang mereka sudah terbiasa," ungkap Aiptu Sabirin mengenang awal kegiatan mereka.

Saat bertugas sebagai Bhabinkamtibmas yang membantu mendata jumlah anak putus sekolah di kawasan tersebut, ia menemukan banyak anak-anak di kawasan tersebut menghabiskan waktu bermain di jalanan dan bekerja memotong rumput pada sore hari.

"Saya melihat rata-rata anak-anak di sini putus sekolah dikarenakan kesulitan biaya," kata dia.

Sebab sebagian besar orang tua di kawasan tersebut memang berprofesi sebagai asisten rumah tangga, buruh, dan tenaga kerja Indonesia.

Melihat kondisi ini ia berfikir sangat disayangkan bila mereka malah bekerja dan bermain saja. Bersama istrinya  Aitu Monalisa dan  Rosnani yang juga peduli atas kondisi tersebut akhirnya mereka bertiga secara serius membuat kelompok belajar.

"Anak-anak bisa memanfaatkan waktu belajar di rumah kelompok belajar,” papar Sabirin.

Saat ini ada sekitar 20an orang siswa didik di  kelompok belajar binaannya, mereka kesehariannya bermain dan bekerja di jalanan sebagai pemulung, pengamen, tukang semir sepatu, dan bekerja serabutan.

Sebagai anggota Bhabinkantibmas di Polsek Sako baik Aiptu Sabirin maupun istrinya Aiptu Monalisa haruslah pandai membagi waktu mereka dalam tugas kesehariannya dan rutinitas mengajar di kelompok belajar binaan mereka.

Setelah apel pagi Aiptu Sabirin dengan kendaraan bermotor langsung berangkat untuk mengajar ke rumah wak Hawa panggilan akrab Rosnani yang rumahnya menjadi ruang kelompok belajar bagi anak-anak tersebut.

Apabila sedang tidak ada tugas pada sore hari ia pun menyempatkan diri untuk mengajar begitu juga istrinya yang kebetulan bertugas di kesatuan yang sama.

"Saya dan istri  mengalokasikan waktu untuk membantu ibu Hawa mengajar baik bergantian maupun bersama sesuai dengan jadwal tugas kami masing-masing,” jelasnya.

Mereka pun membagi jadwal belajar bagi anak-anak didik mereka. Apabila tidak sedang dalam tugas Aiptu Sabirin dan Monalisa  mengajar mulai dari pagi hingga sore hari. Mereka pun membagi kelompok belajar bersama wak Hawa.

“Jadwal anak yang masuk sekolah kami sesuaikan pagi hari atau siang. Daripada dia main  kita buka jam belajar,” kata Rosnani.

Untuk mendirikan dan menjalankan kelompok belajar ini baik Aiptu Sabirin, Aiptu Monalisa, maupun wak Hawa menyisihkan pendapatan mereka untuk membeli buku dan keperluan lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan positif pasangan suami istri anggota Bhabinkamtibmas dan warga ini mendapat perhatian Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono.  

Pada Februari lalu Kapolresta menyempatkan diri untuk mengunjungi Kelompok belajar tersebut sekaligus memberikan dukungan bantuan berupa peralatan sekolah, buku pengetahuan dan lain-lain untuk anak-anak.

“Saya mengapresiasi anggota kami yang mengambil langkah dengan ikhlas memberikan ilmunya kepada anak-anak yang kurang mampu atau putus sekolah ini. Saya berharap agar contoh baik ini dapat dilakukan anggota polisi lainnya,” ungkap Wahyu.

Wak Hawa juga mengungkapkan bersyukur dan sangat terbantu mengelola kelompok belajar bersama pasutri anggota Bhabinkamtibmas ini.

Ia dan kedua polisi tersebut menjalankan ini tanpa pernah menerima sepeser pun uang  bahkan tidak mau menerima uang jasa mengajar dari para orangtua anak didiknya.

"Bukan karena tak memerlukan uang, tetapi kami sadar orangtua anak-anak didiknya bukanlah orang mampu," ungkapnya. (FN/I016)
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar