Minggu, 25 Juni 2017

Jokowi Indonesia introspeksi karena investasi kurang signifikan

id jokowi, joko widodo, kemudahan bisnis, Kabupaten Sambas, investasi dari negara lain, nilai investasi Arab Saudi
Jokowi Indonesia introspeksi karena investasi kurang signifikan
Presiden Joko Widodo. (Antarasumsel.com/Bayu Prasetyo/Ag/17)
Jakarta (Antarasumsel.com) - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia perlu melakukan introspeksi dan pembenahan dalam memberikan kemudahan bisnis untuk meningkatkan  jumlah investasi dari negara lain termasuk Arab Saudi, yang masih kurang signifikan.

"Tetapi apapun, memang investasi di Tiongkok lebih besar. Itu harus menjadi  instrospeksi kita, koreksi kita, mengapa kita tidak bisa meraih dengan jumlah yang  lebih besar," kata Jokowi usai meresmikan Masjid Hasyim Ashari di Jakarta, Sabtu,  terkait nilai investasi Arab Saudi di Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan bahwa Arab Saudi, saat Raja Salman  mengunjungi Indonesia, sepakat menanamkan modalnya di Indonesia sebesar Rp89 triliun. 

Jumlah itu dinilai kurang signifikan bila dibanding investasi Arab Saudi di China  yang hampir mencapai Rp870 triliun.

Kendati demikian, Presiden menjelaskan hal itu akan menjadi masukan bagi  Indonesia untuk membenahi kemudahan berbisnis dan kepastian hukum bagi investor di  Tanah Air.

"Kalau kita sudah siap, investasi kita gede-gede, kalau ada keyakinan ya  pasti akan lebih gede di tempat kita dibanding negara lain," tegas Jokowi.

Saat mengunjungi Pondok Buntet Pesantren pada Kamis (13/4) untuk menghadiri  Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017, Presiden  menceritakan beberapa hal yang dibahas dengan Raja Salman.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa negara-negara lain terkejut oleh  luas dan kekayaan sumber daya alam serta suku-budaya di Indonesia.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga