Sebangun Bumi Andalas bantu optimalkan lahan pertanian petani OKI

id pertanian,petani oki,ogan komering ilir,kabupaten oki,sumatera selatan,app sinar mas,sinar mas,PT SBA WI,hti

Sebangun Bumi Andalas bantu optimalkan lahan pertanian petani OKI

Petani Kampung SP3 Jaya Makmur Dusun IV, Desa Simpang Tiga Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memanen padi. (ANTARA/HO/21)

Palembang (ANTARA) - Perusahaan perkebunan Hutan Tanam Industri PT Sebangun Bumi Andalan membantu petani di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengoptimalkan lahan pertanian melalui program Desa Makmur Peduli Api.

Koordinator Community Development (CD) PT SBA WI Achmad Yudi di Kayuagung, Sabtu, mengatakan, petani didorong untuk melakukan penanaman dari satu hingga dua kali menjadi tiga kali dalam satu tahun sejak tahun 2017.

Petani yang dibantu itu berlokasi di Kampung SP3 Jaya Makmur Dusun IV, Desa Simpang Tiga Makmur yang merupakan desa yang berbatasan langsung dengan areal operasi PT SBA WI.

Bantuan yang diberikan berupa handtractor, handsprayer bermesin, benih padi, herbisida, pupuk dan tenaga pendamping.

“Salah satunya kami salurkan ke Kelompok Tani Mekar Jaya yang beranggotakan 25 Kepala Keluarga,” kata dia.

Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diinisiasi oleh APP Sinar Mas dan mitra pemasok PT SBA WI merupakan perwujudan dari Integrated Forestry and Farming System (IFFS).

Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga, memenuhi kebutuhan pangan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pembalakan liar, menciptakan hubungan yang baik antara masyarakat dan perusahaan dan mencegah deforestasi.

Sebelumnya lahan yang dikelola kelompok tani tersebut hanya 18 Hektare, kemudian meningkat menjadi 25 Hektare.

Lantaran itu, petani dapat membayar hutang musim tanamnya ke pemilik pabrik penggilingan, sehingga kini sudah bisa menikmati sendiri hasil produksinya.

Ketua Kelomok Tani Mekar Jaya Slamet mengatakan bantuan ini telah mengatasi kesulitan petani dalam biaya untuk membuka lahan pertanian.

“Saat ini kami sudah mampu mengoptimalkan lahan tanpa harus berhutang ke pihak lain,” kata dia.

Program DMPA ini juga dirasakan oleh Kelompok Tani Jalur Banten di Kampung SP5 Dusun V Desa Simpang Tiga Abadi.

Selama ini petani setempat terpaksa membawa hasil panen ke desa lain sehingga mengeluarkan biaya tambahan Rp200 ribu untuk sewa perahu cepat.

PT SBA WI kemudian memberikan bantuan mesin penggilingan padi huller berserta biaya pemasangan dan pembangunan pondasi mesinnya.

Kelompok tani ini juga menerima bantuan untuk budidaya padi yaitu benih, pupuk, emposan tikus, herbisida, fungisida, handtraktor, handspray bermesin juga pendampingan dan pelatihan cara budidaya padi yang didanai PT SBA WI.

Selain itu petani juga membuka lahan tidur di sebelah lahan mereka untuk budidaya hortikultura, bahkan sejak tahun 2020, handtraktor yang diberikan PT SBA WI bisa digulirkan ke petani lain yaitu Kelompok Tani Karya Usaha.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar