Dompet Dhuafa Sumsel-Majelis Telkomsel bagi paket sembako untuk guru ngaji

id Guru, ngaji, sembako, dompet dhuafa, telkomsel

Dompet Dhuafa Sumsel-Majelis Telkomsel bagi paket sembako untuk guru ngaji

Pembagian sembako (ANTARA/HO-Dompet Dhuafa)

Palembang (ANTARA) - Dompet Dhuafa Sumsel bersama Majelis Taqwa Telkomsel Sumbagsel memberikan bantuan sembilan bahan pokok kepada guru ngaji terkait dampak pandemi COVID -19.

"Guru mengaji dan honorer, dua profesi yang juga merasakan dampak langsung dari pandemi Coronavirus Disease 2019 sehingga perlu dibantu," kata PIC Majelis Taqwa Telkomsel Sumbagsel Syaifuddin di Palembang, Kamis.

Hal ini karena proses belajar mengajar mengaji di masjid atau mushala terpaksa dihentikan. Bahkan, hal itu dilakukan sebelum Palembang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bagi ustadz/ustadzah yang mengantungkan hidupnya dari mengajar mengaji, kondisi ini membuat perekonomian mereka terpuruk. Kini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit.

Oleh karena itulah, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Sumbagsel berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Sumsel membagikan 30 paket sembako buat guru mengaji dan honorer di Palembang.

“Kenapa kini pilih guru mengaji, karena kita tahu bersama sejak pandemi corona. Aktivitas belajar mengaji dihentikan, otomatis mereka tidak ada pemasukkan. Guru honorer juga sama, merasakan dampak langsung dari pandemi corona,” jelas dia.

Baca juga: Dompet Dhuafa pasang bilik antiseptik di Masjid Agung Palembang

Baca juga: Dompet Dhuafa salurkan bantuan ke warga Plaju Palembang tinggal di kawasan rawa


Sementara salah seorang guru mengaji di Mushollah Al Hidayah, Arpendi mengatakan kehidupannya sekarang menjadi lebih susah saat adanya paparan corona.

Bahkan dirinya kehilangan mata pencarian selama beberapa bulan terakhir karena pandemi COVID -19.

Padahal, selama hampir 10 tahun ini, ia mengabdikan hidupnya dan memenuhi kebutuhan dari mengajar mengaji.

Dirinya memang tidak mematok bayaran dari jasanya itu, tapi sebagai ucapan terimakasih, orang tua dari anak didiknya membayar secara sukarela dan seikhlasnya. Tak heran jika pendapatannya tidak menentu, Rp500-1.250.000 per bulan.

“Ada 100 anak yang belajar mengaji dengan saya. Mereka tidak dipungut biaya, tapi memang orangtua anak-anak yang mengaji di sini, sering memberikan seikhlasnya kepada saya. Kalau anak yatim piatu, saya gratiskan,” ujar dia.

Baca juga: Dompet Dhuafa bagikan 256 paket sembako ke warga tak mampu Sumatera Selatan

Baca juga: Dompet Dhuafa ajak umat ngaji daring solusi ibadah saat wabah


Meski setiap bulan tidak besar, ia dimasa senja bersama keluarga masih bisa bertahan hidup.

“Tapi, sejak ada pandemi corona ini. Tidak ada penghasilan sama sekali dalam beberapa bulan terakhir. Sedih memang, tak tahu lagi harus bagaimana. Kemarin saja, saya bingung mau bayar kontrakkan Rp500.000 tidak ada uang, tapi Alhamdulillah ada yang bantu saya,” jelasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada MTT dan Dompet Dhuafa Sumsel yang telah bersusah payah menyambangi dirinya dan guru mengaji lain untuk memberikan paket sembako.

Bantuan tersebut tentu sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehngga pihaknya bersyukur, tambah dia.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar