Kabut asap di Kota Jambi kiriman dari Sumsel

id Kabut asap kembali selimuti Kota Jambi,kabut asap,kebakaran lahan,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, p

Kabut asap di Kota Jambi kiriman dari Sumsel

Juru parkir di Kota Jambi menggunakan masker untuk menghindari paparan kabut asap yang terjadi. Kabut Asap yang terjadi di Kota Jambi kiriman dari luar Provinsi Jambi. ANTARA/ Muhamad Hanapi

Jambi (ANTARA) - Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di luar Provinsi Jambi.

"Hasil konfirmasi, hotspot penyebab kabut asap bukan berada di Provinsi Jambi, melainkan dari Sumatera Selatan yaitu daerah Banyung Lincir yang pada malam hari arah angin ke arah Provinsi Jambi," kata Wali kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Senin.

Karena kabut asap yang begitu pekat kembali menyelimuti udara kota, Pemko  Jambi mengambil kebijakan untuk memundurkan jam masuk sekolah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di daerah itu.

Karena berdasarkan pengukuran terhadap Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang di ukur menggunakan Air Quality Monitoryng Sistym (AQMS) yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kualitas udara di kota itu dalam kategori berbahaya. Pada minggu malam (13/10) hingga pukul 21.00 WIB, ISPU pada parameter partikulat PM 2.5 di kota itu berada di atas baku mutu, yang menunjukkan kualitas udara di kota itu dalam kategori berbahaya.

"Maka saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk mengambil sikap karena memang beberapa hari ini setiap malam kualitas udaranya berbahaya," kata Syarif Fasha.

Karena kondisi udara saat pagi hari masih sangat tidak sehat, jam masuk sekolah di kota itu dikurangi, yakni masuk mulai pukul 8:30 WIB atau 09:00 WIB, namun untuk jam pulang masih tetap normal. Dan berlaku untuk semua PAUD, TK, SD, SMP sederajat di kota itu.

Pemerintah kota itu turut menghimbau kepada masyarakat dan pelajar di kota itu untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar ruangan guna menghindari paparan dari kabut asap yang bercampur dengan partikel debu.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar