Aksi protes warnai rekapitulasi suara di Batanghari, Jambi

id pemilu 2019,aksi protes saksi,rekapitulasi suara diwarnai protes,kpu batanghari jambi,protes rekap suara,pleno rekap suara batanghari,parpol,saksi par

Aksi protes warnai rekapitulasi suara  di Batanghari, Jambi

Saksi parpol saat ikuti rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Batanghari (Muhammad Hanapi)

Jambi (ANTARA) - Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 yang digelar KPU Batanghari, Provinsi Jambi, Senin, diwarnai protes dari sejumlah saksi partai politik setempat.

Perbedaan data antara yang diterima oleh parpol dan yang disampaikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menjadi pemicu protes  saksi parpol tersebut. Aksi protes tersebut disampaikan oleh saksi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat penyampaian hasil pleno PPK Muaratembesi Kabupaten Batanghari.

Empat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau kecamatan telah selesai menyampaikan hasil pleno Pemilihan Umum pada rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Batanghari.

Keempat PPK yang telah menyampaikan hasil pleno tingkat kecamatan tersebut yakni PPK Kecamatan Muara Tembesi, Batin XXIV, Bajubang dan PPK Kecamatan Pemayung. Masih terdapat empat kecamatan lainnya yang belum menyampaikan hasil pleno rekapitulasinya,” kata Komisioner KPU Kabupaten Batanghari, Apri,

Sementara empat PPK yang belum disampaikan pada pleno adalah hasil rekapitulasi dari PPK Kecamatan Mersam, Maro Sebo Ulu, Muarabulian dan Kecamatan Maro Sebo Ilir.

Menurut saksi dari Partai PDIP dan PKS, terjadi penggelembungan suara terhadap beberapa calon legislatif. Sehingga hal itu berdampak terhadap perolehan suara dari calon legislatif lainnya.

"Caleg dari salah satu partai jumlah suaranya bertambah, data di DA 1 dan data di di DA 1 perbaikan tidak sinkron, hal itu kita pertanyakan agar tidak terjadi persoalan," kata Saksi Partai PDIP Akmaludin di Muarabulian.

Sementara itu, PPK dari Kecamatan Muara Tembesi menjelaskan bahwa terjadi saat rekapitulasi hasil pemilihan umum ditingkat kecamatan terjadi perbaikan. Dalam proses perbaikan tersebut hanya dihadiri oleh dua orang saksi dari partai Nasional Demokrasi (Nasdem) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Sementara setelah perbaikan dilakukan data DA 1 perbaikan hanya diberikan kepada saksi yang hadir, karena sibuk kami lupa membagikan kepada saksi partai lainnya," kata Ketua PPK Kecamatan Muara Tembesi, Fadlun.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Batanghari tersebut dilakukan di Gedung Pemuda selama tiga hari mulai Minggu (5/5) hingga Selasa (7/5). Rapat pleno tersebut mendapat pengawalan ketat aparat gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP Kabupaten Batanghari.