Mengenal lebih dalam kampung warna-warni di desa wisata Burai

id desa wisata,Burai,Sumsel,Ogan Ilir

Anak-anak desa Burai bermain sepak bola di kampung warna-warni desa wisata Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/11). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)

....Dalam beberapa bulan ini saja desa Burai telah didatangi sekitarĀ 2500 wisatawan, dengan lonjakan wisatawan paling tinggi di hari raya Idul Fitri lalu....

Ogan Ilir (ANTARA News Sumsel) – Destinasi wisata terbaru di Sumatera Selatan, desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir semakin dikenal seluruh masyarakat dengan konsep uniknya “kampung warna-warni”.

“Desa Burai menjadi desa wisata sejak Maret 2018 lalu, dengan bantuan dari pemerintah daerah (pemda) dan Pertamina,”kata Kepala desa Burai Feryanto di Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/11).

Ia mengatakan desa Burai merupakan desa tertua di kabupaten Ogan Ilir dengan luas sekitar 11 ribu hektar dengan mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan nelayan.

“75 persen masyarakat deaa Burai ini berada di luar, jadi kemungkinan disetiap kabupaten maupun kota pasti ada warga Burai,” ujarnya.

Ia mengatakan warga Burai yang diluar pun berbondong-bondong kembali ke Burai setelah mengetahui desa Burai menjadi desa wisata.

Desa Burai selain dari potensi perairan, terdapat juga kerajinan rumah tangga seperti tenun songket.

“Hampir 90 persen warga khususnya ibu-ibu desa Burai menenun songket,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk perairan di desa Burai cukup banyak ikannya, sehingga masyarakat disini juga banyak membuat produk-produk seperti kerupuk kemplang dan pempek yang beda dari yang lain.

 

Pengolahan ikan sungai menjadi kuliner kemplang kerupuk hingga pempek oleh salah satu warga desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/11). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18)


“Jumlah seluruh jiwa untuk saat ini sebanyak 1976 jiwa dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) berjumlah 436,” ujar Feryanto.

Desa Burai terdiri dari enam dusun diantaranya dusun Kawasang 1 sampai Kawasang 5 dan PTPN Cinta Manis.

Rumah di desa Burai rata-rata berdesain rumah panggung dan tiga rumah limas khas Sumsel yang beberapa berusia 300 tahun.

“Terdapat juga 11 makam keramat pendatang dari luar desa Burai,” ujarnya.

Feryanto menambahkan mayoritas masyarakat desa Burai memang berasal dari luar Sumsel, seperti Kalimantan, Brunei Darussalam, sehingga masyarakat juga banyak perantau.

“Kami bersama warga mengecat rumah masing-masing dengan warna-warni walau masih sekitar 35 persen rumah di Burai ini berkonsep warna-warni,” ujarnya.

Ia menambahkan kami bersama Pertamina akan terus mengoptimalkan pengecatan rumah hingga semua berkonsep warna-warni.
 

Salah satu rumah warga dengan konsep warna-warni di desa wisata Burai, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/11). (ANTARA News Sumsel/Fernando Tri Tanjung/Erwin Matondang/18).


Kami turut membuat spot-spot foto, gazebo-gazebo, dermaga apung, dan banyak lagi.

“Di lebaran Idul Fitri yang lalu banyak wisatawan yang datang, akhirnya kami pun walau sambil bekerja juga menyambut tamu yang datang,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk wisata unggulan di desa Burai tetap didominasi di segi perairan serta kuliner dan kerajinan.

"Dalam beberapa bulan ini saja desa Burai telah didatangi sekitar 2500 wisatawan, dengan lonjakan wisatawan paling tinggi di hari raya Idul Fitri lalu," ujarnya. 

Feryanto mengharapkan kedepannya pembangunan yang berkaitan dengan wisata maupun ekonomi masyarakat lebih banyak lagi supaya desa wisata Burai semakin lengkap dan lebih memuaskan pengunjung dari luar.

Wakil Kepala Karang Taruna desa Burai, Rio mengatakan pengecatan rumah warga menjadi warna-warni akan semakin dipercepat.

“Desa Burai akan semakin mempercepat pengecatan rumah warga agar desa wisata Burai ini semakin bagus dan komplit,” ujarnya.

Ia menambahkan desa Burai juga akan membuat konsep wisata kolam renang karena memang perairan desa Burai tergolong pasang dan dalam.

Field Manager Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, Heragung Ujiantoro mengatakan  potensi yg ada disini merupakan potensi besar yang bisa digali diseluruh masyarakat disini dan sekitarnya. 

“Pada saat musim hujan disini penuh dengan air, dari ini dapat dilihat adanya potensi untuk dikembangkannya desa wisata Burai ini menjadi wisata air, dengan pembuatan dermaga dan lainnya,” ujar Heragung.

Ia menambahkan potensi dari masyarakat yang ramah tamah juga menjadi nilai tambah desa Burai menjadi pilihan terbaik untuk destinasi wisata.
 

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar