Aktivitas Pasar Manonda Palu kembali pulih

id pasar manonda,gempa,gempa palu

Warga dan pedagang melakukan transaksi jual beli di Pasar Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/EM/18.)

Palu (ANTARA News Sumsel) - Aktivitas jual beli di pasar sentral inpres Manonda Palu, milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kembali pulih pascagempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, pekan lalu.

"Pedagang mulai berjualan sejak tiga hari usai gempa," kata salah seorang pedagang Rusli, Jumat.

Menurut dia, pedagang merasa aman berdagang karena adanya pengawalan dari pihak tentara dan polisi, yang berjaga di sekitar lokasi pasar.

Untuk harga, kata dia, pedagang tidak menaikan harga, karena akan memberatkan masyarakat korban bencana.

Harga bawang putih Rp30 per kilogram, bawang merah Rp30 ribu per kilogram, cabai rawit Rp30 ribu per kilogram, cabai keriting Rp15 ribu per kilogram dan tomat Rp5 ribu per kilogram.

"Harga stabil, tidak mungkin kami naikan karena sama-sama susah," ujarnya.

Harga jagung Rp2.500 per biji dan kentang Rp10 ribu per kilogram.

"Kita turunkan harga, biar masyarakat kembali lagi ke pasar," imbuhnya.

Imran, pedagang telur mengatakan harga satu rak telur Rp45 ribu, dan itu masih dalam kondisi normal.

"Tidak ada kenaikan kalau habis, tinggal telepon ke kandang untuk minta stok lagi," katanya.

Para pedagang di Pasar Manonda berharap agar listrik segera diperbaiki, karena kalau sudah normal, aktivitas pedagang bisa 24 jam penuh dalam sehari.

"Sekarang buka pagi sampai sore," ujarnya.

Irma, salah seorang pembeli mengaku bersyukur, aktivitas jual beli di pasar kembali normal.

"Malas juga, kalau sehari-hari hanya makan nasi dan mie instan," ujarnya.

Masyarakat Kota Palu kembali normal dan pulih, pascagempa bermagnitudo 7,4 SR di daerah tersebut.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar