Dua perenang Indonesia pecahkan rekor ASG

id renang,rekor baru renang,ASEAN School Games,berita sumsel,berita palembang,berita antara,atlet renang indonesia

Dokumentasi- Atlet Renang . (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi)

Selangor, Malaysia (ANTARA News Sumsel) - Dua perenang andalan Indonesia sukses memecahkan rekor ASEAN School Games (ASG) 2018 yang berlangsung di Daru Ehsan Aquatic Center Selangor, Malaysia, Minggu dan hasil tersebut sesuai prediksi.

Rekor pertama dipersembahkan oleh Ahnaf Kamal Pasya pada nomor 50 meter gaya dada dengan catatan waktu 29,38 detik. Rekor sebelumnya dipegang oleh atlet asal Indonesia lainnya Ilham Ahmad yang diraih saat ASG 2016 di Chiang Mai, Thailand dengan catatan waktu 29,50 detik.

Hasil tersebut ternyata membuat kaget atlet asal Purwodadi Jawa Tengah itu karena target awalnya hanya ingin memperbaik catatan waktu terbaiknya saat ini yaitu 29,61 detik. Untuk meraih medali emas jelas menjadi target karena harus memenuhi kuota yaitu 15 emas untuk secara umum.

"Dukungan dari teman dan pelatih menjadi motivasi saya karena dengan meraih hasil terbaik akan memacu untuk bisa menembus tim SEA Games 2019," kata atlet asal SKO Ragunan Jakarta itu.

Peluang untuk menambah emas bagi Kamal masih terbuka karena atlet yang baru pertama kali turun di ASG ini akan turun di nomor 100 meter gaya dada di tempat yang sama Senin (23/7) . Pihaknya berharap hasil terbaik kembali diraih.

"Terus terang saya gak nyangka tadi bisa cetak rekor. Ini diluar dugaan," kata atlet yang masuk SKO Ragunan sejak kelas 1 SMP itu.

Untuk rekor kedua dipersembahkan oleh Farrel Armandio Tangkas yang turun di nomor 200 meter gaya punggung dengan catatan waktu dua menit tiga detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang andalan Indonesia di Asian Games 2018 yaitu I Gede Siman Sudartawa dengam waktu dua menit 3,33 detik yang dicetak di ASG 2012 Surabaya.

Pada hari pertama perlombaan renang, tim Indonesia sukses meraih empat emas, tiga perak dan tiga perunggu. Dua emas lainnya diraih dipersembahkan nomor 400 meter gaya bebas putra dan putri lewat Athalarik Fernando dan Adinda Larasati Dewi.

"Hasil hari ini cukup bagus meski ada beberapa nomor yang lepas. Bukan karena catatan waktunya kurang bagus, namun karena lawan jauh lebih baik," kata pelatih tim Indonesia, Deni Wardeni.

Medali emas yang terlepas di antaranya pada nomor 200 meter gaya punggung putri. Azzahra Permatahani hanya meraih perak dengan waktu dua menit 20,85 detik dan waktu terbaiknya adalah dua menit 21 detik. Satu lagi yang terlepas adalah nomor 100 meter gaya bebas putri Adinda Larasati Dewi yang harus puas dengan perak. (B016).
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar