Produksi pupuk urea Pusri Palembang melonjak

id pusri, produksi pupuk, urea, melampaui target, produksi tinggi

PABRIK PUSRI Foto udara arial pabrik PT Pupuk Sriwidjaja (pusri) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (03/08). (ANTARA Sumsel News/Nova Wahyudi/dol/17 )

...Pencapaian ini telah melebihi target perusahaan sebesar 133 persen sejak dioperasikannya pabrik baru pengganti Pusri II pada September 2016...

Palembang (Antaranews Sumsel) - Produksi pupuk urea PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang sepanjang 2017 melonjak tajam dari 1.671.160 ton menjadi 2.215.150 ton berkat telah beroperasinya Pabrik Pusri 2B.

Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiro di Palembang, Jumat, seusai acara pengantongan pupuk terakhir 2017 dan pengantongan pupuk perdana 2018 mengatakan, pencapaian ini telah melebihi target perusahaan sebesar 133 persen sejak dioperasikannya pabrik baru pengganti Pusri II pada September 2016.

Sementara capaian untuk dua produk lainnya yakni pupuk amonia dan pupuk NPK juga cukup menggembirakan yakni untuk amonia terealisasi dari 1.221.900 ton menjadi 1.531.820 ton, dan NPK dari 71.810 ton menjadi 88.997 ton.

"Kami sangat bersyukur dengan capaian ini, semoga pada tahun mendatang bisa lebih baik lagi," kata Mulyono.

Ia mengatakan tahun 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Pusri karena dihadapkan beberapa kendala dan persoalan. Di antaranya, pabrik-pabrik yang sudah tua dan boros, harga gas yang tinggi, dan masuknya pupuk dari luar negeri yang memiliki harga pokok lebih rendah.

Untuk itu, Pusri merencanakan perevitalisasian pabrik Pusri III dan pabrik Pusri IV menjadi Pabrik Pusri 3B dan meningkatkan efisiensi bahan bakar pabrik dengan mengkombinasikan dengan pemakaian batu bara untuk menurunkan harga pokok pupuk.

Selain itu, Pusri juga berinovasi dari sisi penjualan yakni dengan meluncurkan produk kemasan ritel seberat 1kg, 5 kg, 10 kg dan 25 kg, produk inovasi, mantri tani dan klinik tani di beberapa provinsi. Melalui inovasi kemasan ini, Pusri ingin mempermudah petani dalam pemupukan karena tidak perlu lagi membeli dalam jumlah besar.

Kemudian pada tahun ini juga Pusri memulai pembangunan pabrik NPK Fusion II kapasitas 2x100.000 ton untuk merebut tingginya pasar penggunaan pupuk majemuk di sektor perkebunan.

Hanya saja, untuk bergerak maju tersebut, BUMN plat merah ini masih dihadapkan persoalan tingginya harga gas yakni 6 dolar AS per MMBTU dan keterbatasan pasokan gas. Akibatnya, Pabrik Pusri 2B dengan kapasitas produksi terpasang 2,5 juta ton hanya memproduksi 2,2 juta ton pada tahun pertamanya beroperasi.

"Iya memang belum maksimal Pusri 2B karena gas yang dipasok terbatas. Meski demikian tetap patut disyukuri karena sudah lama Pusri tidak tembus produksi lebih dari 2 juta ton," kata Mulyono.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar