OKI programkan "gertak birahi" tingkatkan produksi sapi

id Ogan Komering Ilir, Gertak Birahi, menyerentakan birahi ternak, proses kawin, teknik inseminasi

OKI programkan "gertak birahi" tingkatkan produksi sapi

Kabupaten Ogan Komering Ilir (Foto Antarasumsel.com/Grafis/Ag)

Kayuagung (Antarasumsel.com) - Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan memprogramkan Gertak Birahi yakni menyerentakan birahi ternak untuk memudahkan proses kawin dengan teknik inseminasi buatan dalam upaya peningkatan produksi daging sapi.

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Iskandar di Kayuagung, Rabu, mengatakan, program ini mulai dijalankan pada Desember 2016 dan akan terus dilanjutkan pada 2017.

"Beberapa waktu lalu kami disibukkan dengan kekurangan pasokan daging hingga harus impor dari luar, ini berarti swasembada daging kami belum siap. Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan produktivitas peternakan sapi," kata Iskandar.

Iskandar menjelaskan bahwa Ogan komering Ilir memiliki potensi tinggi pada bidang pertanian dan peternakan baik dari segi lahan maupun pakan.

Untuk itu, pemerintah kabupaten berkeinginan mengintegrasikan pertanian dan peternakan melalui program tiada tani tanpa ternak.

"Artinya petani juga harus memiliki hewan ternak agar dapat meningkatkan pendapatannya," kata dia.

Kasubdid Kelembagaan dan Sumber daya kesehatan Kementerian Pertanian Irvansyah Batubara mengatakan, ke depan Kementan akan meningkatkan produktivitas sapi di dalam negeri dengan Gertak Birahi.

Hanya saja, lanjut dia, yang perlu diperhatikan dalam program ini adalah kondisi sapi betina.

Untuk program ini dibutuhkan setidaknya impor sapi indukan sebanyak 30.000 ekor, dan sapi bibit 1.200 ekor.

"Dengan tingkat keberhasilan 20 persen, diharapkan dalam setahun mendatang bisa diproduksi 1,6 juta ekor sapi. Dalam 3-4 tahun impor (sapi) bisa diselesaikan (dikurangi)," kata dia.

Sementara itu, populasi ternak sapi di Kabupaten OKI hingga 2015 sebanyak 26.246 ekor dan kerbau sebanyak 10.337 ekor.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar