
Analis: aksi Gibran cium tangan Megawati adalah tanda sangat ikonik
Rabu, 15 November 2023 13:11 WIB

"Jika dibaca secara sosiologis, aksi cium tangan yang dilakukan Gibran kepada Megawati adalah sebuah tanda yang sangat ikonik, yang secara normatif akan dibaca seolah-olah merepresentasikan adab ketimuran," kata Mikhael Rajamuda Bataona di Kupang, Rabu.
Ia mengemukakan hal itu menanggapi aksi Cawapres Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka memberi salam kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat acara pengundian nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa, (14/11/2023) malam.
Menurut Bataona, Gibran tentu paham soal ini. Apalagi dalam masyarakat yang sedikit sentimentil dan emosional, cium tangan akan dipersepsi baik.
Tetapi sebaliknya, jika dibaca secara kritis, maka aksi cium tangan ini sebenarnya mengandung sebuah manipulasi tanda yaitu sebuah tanda ikonik yang sengaja diproduksi untuk memanipulasi persepsi publik bahwa Gibran adalah politisi santun dan sopan, meskipun makna sesungguhnya jauh dari apa yang direpresentasikan itu.
"Jadi, menurut saya, ini hanyalah simulacra atau simulacrum yang tujuannya adalah manipulasi tanda yaitu sebuah proses representasi lewat tanda di ruang publik, yaitu aksi cium tangan, dengan tujuan untuk menggantikan fakta sesungguhnya yang sudah terjadi dalam riil politik, di mana, sikap dan tindakan Gibran selama beberapa pekan terakhir terhadap Megawati dan PDIP sebagai partai yang membesarkan dirinya juga keluarganya, justru bertentangan dengan tanda ini," katanya.
Pewarta: Bernadus Tokan
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
