Akhirnya lima penumpang speed boat ditemukan selamat

id Penumpang speed boat, penumpang selamat, speed boat, tim sar, regu penyelamat, kehilangan kontak, laut maluku

Akhirnya lima penumpang speed boat ditemukan selamat

Pencatian korban tenggelam Kapal Basarnas Ambon melakukan olah gerak saat pencarian korban tenggelamnya speed boat "Inarisa" di perairan Pulau Pombo, Pulau Ambon, Maluku, Rabu (25/1). Speed naas itu mengangkut 17 penumpang dan 3 awak dari Desa Tulehu menuju Kamariang, Kab. Seram Bagian Barat tenggelam setelah dihantam badai, Sabtu (21/1). Hingga saat ini, 11 penumpang termasuk awak kapal selamat, lima penumpang ditemukan tewas sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian. (FOTO ANTARA/Jimmy Ayal)

Ambon (ANTARA) - Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon Muslimin mengatakan, operasi SAR kondisi membayahakan manusia, terhadap lima penumpang speed boat yang dilaporkan hilang kontak di perairan laut Maluku Tenggara telah ditemukan.

"Lima penumpang speed boat ini telah ditemukan regu penyelamat dan telah dievakuasi ke pelabuhan Kota Tual sekitar pukul 17:36 WIT," kata Muslimin di Ambon, Rabu.

Kelima penumpang speed boat ini adalah Dede (40), Arman (25), Tete (62), Kendat (35) serta Kenababil (30).

Menurut dia, lima penumpang ini berangkat dengan sebuah speed boat dari Pulau Fador, Kabupaten Maluku Tenggara, menuju Kota Tual sejak Senin, (1/4) sekitar pukul 17:00 WIT.

Namun mereka hilang kontak dan pihak keluarga langsung melakukan upaya pencarian pada Selasa, (2/4) dari siang hingga sore hari tetapi tidak membuahkan hasil.

Kantor Basarnas Ammbon kemudian menerima laporan dari Mommy, seorang pegawai Dinas Kesehatan Kota Tual sehingga regu penyelamata dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Sedikitnya 12 orang yang tergabung dalam tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi pencarian menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 242 Bharata dan melakukan pencarian di titik koordinat yang diduga berada pada posisi 5°59.904' S - 132°0.928' E.

"Dengan ditemukan para penumpang tersebut maka operasi pencarian dinyataka ditutup," ujar Muslimin.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar