BPBD Sumsel pantau perkembangan titik panas cegah kebakaran hutan dan lahan

id karhutla, hitspot, pantau titik panas cegah karhutla

BPBD Sumsel pantau perkembangan titik panas cegah kebakaran hutan dan lahan

Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah (dua kanan). (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan terus memantau perkembangan titik panas di sejumlah kabupaten rawan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap.

"Satgas gabungan penanggulangan karhutla yang siaga pada musim kemarau 2021, pada Agustus ini lebih intensif memantau perkembangan titik panas di daerah yang dipetakan rawan karhutla, seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah di Palembang, Kamis.

Menurut dia, untuk melakukan pemantauan titik panas yang berpotensi menjadi titik api dan mengakibatkan karhutla, ditingkatkan kegiatan patroli darat dan udara menggunakan lima helikopter.

Selain itu pihaknya juga rutin melakukan rapat koordinasi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang cukup luas mencapai jutaan hektare itu.

Guna mengawasi hutan dan lahan di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, memerlukan kerja sama dan dukungan semua pihak.

Selain itu, kata Iriansyah, partisipasi masyarakat juga memiliki peran yang besar dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan karhutla yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau.

Melalui upaya tersebut dia berharap kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini dapat dikendalikan dengan baik, sehingga bencana kabut asap yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat bisa dihindari.

Iriansyah menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa bulan terakhir tergolong kecil, tercatat hanya puluhan hektare, berkat kesiapsiagaan satgas gabungan yang bisa dengan cepat memadamkan setiap terjadi karhutla.

"Dengan peningkatan pemantauan titik panas, diharapkan karhutla di provinsi itu bisa dikendalikan dan bencana kabut asap yang dapat menimbulkan gangguan aktivitas dan kesehatan masyarakat bisa dihindari," ujar Iriansyah.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021