KRI Siwar dukung Pangkalan TNI-AL cegah penyelundupan

id kri, kri wiwar, kapal perang dengan nama siwar, siwar senjata khas sumsel

Komamdan KRI Siwar-646, Mayor Laut (P) Ricky Intriadi. (ANTARA News Sumsel/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Siwar-646 mendukung Pangkalan TNI-AL Palembang yang memiliki wilayah tugas laut kawasan Sumatera Selatan dan Jambi untuk mencegah penyelundupan narkoba, bibit lobster (baby lobster), pencurian ikan, dan berbagai pelanggaran hukum lainnya.

"KRI Siwar mulai 16 Agustus 2019 hingga waktu yang belum ditentukan akan berada di perairan Sungai Musi dan mendukung kegiatan patroli pada dua provinsi wilayah Pangkalan TNI-AL Palembang," kata Komamdan KRI Siwar-646, Mayor Laut (P) Ricky Intriadi ketika menerima kunjungan peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Program Kementerian BUMN asal Kalimantan Tengah, di Palembang, Jumat.

Kapal perang produksi dalam negeri tahun 2014 ini dengan nama Siwar yang melekat di lambung kapal, diambil dari salah satu senjata khas asal Provinsi Sumatera Selatan, sedang melaksanakan tugas patroli keamanan laut di sepanjang pantai timur Sumatera.

Setelah melakukan perjalanan panjang sejak Juni 2019 dan menyelesaikan tugas di sepanjang Selat Bangka, kemudian beristirahat di Pangkalan TNI-AL Palembang sebelum menerima perintah operasi berikutnya.

Dalam kegiatan patroli, pihaknya melakukan pengawasan berbagai aktivitas di laut dan menindak tegas pelanggaran hukum yang terjadi di laut, seperti pencurian ikan, penyelundupan narkoba, dan bibit lobster (baby lobster).

Selama melaksanakan tugas operasi keamanan di laut pantai timur Sumatera, pihaknya tidak menemukan aktivitas yang mengarah tindakan penyelundupan berbagai barang ilegal dan pencurian ikan.

"Secara umum kondisi keamanan di laut sepanjang wilayah pantai timur Sumatera cukup kondusif, meskipun demikian kegiatan patroli terus diintensifkan untuk mempersempit ruang gerak penyelundupan berbagai barang ilegal dan pencurian ikan," ujar lulusan AAL 2002 itu pula.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar