Angelina Jolie dikecam atas audisi yang dianggap kejam untuk anak-anak

id Angelina Jolie, audisi film, artis, kecam, dunia maya, internet, kejam, anak-anak

Angelina Jolie (Reuters)

Los Angeles (Antara/Reuters) - Angelina Jolie  menanggapi kecaman masyarakat atas proses audisi filmnya yang melibatkan adegan improvisasi dan dianggap kejam terhadap anak-anak yang berlatar belakang sulit ekonomi.

Dalam wawancaranya bersama Vanity Fair minggu lalu tentang film yang disutradarainya "First They Killed My Father," Jolie menceritakan sebuah "permainan" yang dimainkan oleh casting director dengan anak-anak Kamboja yang ikut audisi untuk peran utama Loung Ung.

Jolie mencari anak-anak yang diaudisinya untuk peran utama di berbagai panti asuhan, sirkus, dan sekolah-sekolah kumuh.

Dalam "permainan" tersebut, seorang anak ditempatkan dengan uang di hadapannya di atas meja, dan diminta untuk memikirkan apa yang mereka butuhkan dan membawa uang tersebut. Jolie kemudian berpura-pura menangkap mereka, dan anak itu harus berbohong tentang alasan mereka mengambil uang tersebut.

"Saya kecewa bahwa latihan berpura-pura dalam improvisasi akting dari adegan sebenarnya di film, dituliskan seolah-olah skenario itu sungguhan," ujar Jolie dalam pernyatannya, Senin.

"Anggapan bahwa uang tersebut diambil dari anak kecil itu selama audisi itu salah besar dan meresahkan. Aku akan marah pada diriku sendiri jika hal tersebut terjadi," tambahnya.

Warganet di media sosial mengecam Angelina Jolie dan menganggap "permainan" tersebut sebagai perbuatan yang kejam dan mengeksploitasi anak kurang mampu disana.

Tak hanya warganet, jurnalis dari berbagai media menganggap apa yang dilakukan Jolie sebagai tindakan yang mengganggu dan secara psikologis memubuat anak kecil mengalami trauma.

Sementara itu, lewat proses pemilihan peran utama dengan permainan tersebut, Jolie telah memilih gadis kecil bernama Srey Moch untuk memerankan Loung Ung. Dia terpilih karena emosinya membuncah saat dipaksa mengembalikan uang itu, dan mengatakan membutuhkan uangnya untuk membayar pemakaman kakeknya.

"Anak-anak tersebut tidak merasa ditipu atau terjebak, seperti kata orang-orang," ujar Rithy Panh, produser film berkebangsaan Kamboja. Dia menambahkan bahwa anak-anak tersebut mengerti betul bahwa ini hanya sekedar akting.(Uu.KR-DVI)

Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar