Denny JA luncurkan puisi "Burung Garuda"

id Denny JA, puisi, Burung Garuda Teteskan Air Mata, ketimpangan sosial

Denny JA, bersama Ram Punjabi menjadi produser eksekutif Film "Mencari Hilal". (Ist)

Jakarta (Antarasumsel.com) - Setelah meledak menjadi viral dengan  puisi "Tapi Bukan Kami Punya," yang dibacakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, kini Denny JA mempublikasikan puisi "Burung Garuda Teteskan Air Mata".

"Puisi 'Tapi Bukan Kami Punya', berisi potret ketimpangan sosial. Desa dan kota bertambah kaya tapi bukan kami punya. Puisi itu dianggap Panglima TNI Gatot Nurmantyo sangat tepat menggambarkan ancaman Indonesia ke depan," kata Penggagas Anti Diskriminasi, Denny JA dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Denny mengatakan, puisi "Garuda Teteskan Air Mata" menggambarkan bangsa yang sedang terbelah. Sejak pilkada Jakarta banyak komunitas terbelah dua kubu. Isu apapun yang datang, segera terpilah menjadi baik bagi kubu ini versus buruk untuk kubu itu. Dan begitu sebaliknya.

"Garuda menangis karena Indonesia terbelah. Lalu tedengar suara bapak bangsa yang menyatakan 'Jangan Lupakan Kami. Mereka sudah beri nyawa. Tapi kau lah yang harus berikan makna'," katanya.

Menurutnya, puisi itu menjadi sejenis motivator untuk merekatkan kembali nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, ia berharap semua pihak jangan menambah terbelahnya bangsa. Ambil bagian sekecil apapun untuk merekatkannya kembali. Bulan puasa dapat menjadi momentum membersihkan kemarahan, prasangka dan hidup kembali bersama dalam satu bangsa.

Ini potongan puisi Denny JA bisa dibaca di bawah ini:

Burung Garuda
Teteskan Air Mata
(Jangan Lupakan Kami)

Denny JA

Suatu hari yang heboh
Berkumpul para tokoh
Peristiwa tak biasa
Pertama kali dalam sejarah
Burung Garuda simbol negara
Teteskan air mata

Periksa sekali lagi
Sahut menyahut para ahli
Benarkah itu air mata?
Benarkah menetes dari mata Garuda?

Fakta tak terbantah
Menangis Burung Garuda
Untuk pertama kalinya

Para ahli tafsir dikumpulkan
Misteri harus dipecahkan

Mei 2017
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar