Pantai Tanjung Pakis mendadak terkenal

id Pantai Tanjung Pakis,lion air,karawang

Seorang pedagang sedang membakar ikan di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). Pantai Tanjung Pakis sebagai objek wisata bahari dan kuliner layak dikunjungi wisatawan pada akhir pekan dan libur nasional. (ANTARA/Ahmad Wijaya)

Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir ini mendadak menjadi terkenal karena hampir setiap hari selalu disebut di media elektronik maupun cetak.

Kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air  PK-LQP nomor penerbangan JT 610 rute Cengkareng-Pangkalpinang pada Senin (29/10/18) di utara Pulau Jawa tersebut, menjadikan Pantai Tanjung Pakis mulai dikenal masyarakat.

Tapi tahukah bahwa Pantai Tanjung Pakis di Karawang sesungguhnya merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Sekalipun objek wisata itu tidak seterkenal Pantai Ancol di Jakarta atau Pantai Losari di Makasar, namun tidak sedikit masyarakat Karawang dan sekitarnya pada akhir pekan menghabiskan libur berkunjung ke situ.

Pantai Tanjung Pakis merupakan deretan pantai yang berada di daerah Karawang. Tepatnya berada di Desa Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Di Pantai Pakis yang membentang sepanjang 7 kilometer  ini pengunjung bisa menyewa perahu untuk menikmati panorama dari laut. Ada pula dermaga kayu, sarana outbound, banana boat, air bersih, warung makanan yang menawarkan bandeng bakar, penginapan, dan panggung hiburan. 

Salah satu hal yang menarik dari pantai ini yaitu hamparan pasir putih yang terbentang luas di pinggiran pantai ini. Ombak yang tenang  juga memperindah pemandangan pantai satu ini.  

Sementara itu untuk harga tiket masuk ke obyek wisata pantai Tanjung Pakis Karawang, tiket masuk Rp 5.000 per orang, parkir motor Rp 5.000 sementara untuk parkir mobil Rp 10.000.   Memang murah tapi harga itu sepadan dengan kondisi pantai yang kotor dan kurang terawat.

Bersebelahan dengan Kabupaten Bekasi berada dipedalaman karawang menjadikan pantai ini sulit di jangkau karena akses untuk menuju pantai tanjung pakis sangat sulit.

Wartawan Antara yang sempat mengunjungi pantai tersebut saat berangkat dari kawasan Monas Jakarta Pusat, setidaknya menghabiskan waktu sekitar 3,5-4 jam menuju lokasi itu, karena jalan yang dilalui tidak lebar dan banyak dilalui truk, walaupun kondisi jalan sudah beton semen.

Jika dari Jakarta banyak yang menyarankan sebaiknya jangan lewat tol Jakarta-Cikampek karena justru lebih jauh. Tapi disarankan melalui Tanjung Priok, Cakung yang bisa memotong jalan menuju lokasi.
   
Karena letaknya sangat jauh dari pusat kota, biasanya wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Tanjung Pakis memilih menaiki kendaraan pribadi, karena minimnya angkutan umum menuju ke tempat ini.  

Walaupun Lokasinya cukup jauh, tetapi pada saat musim liburan banyak warga dari luar kota maupun dari dalam kota yang bertamasya di pantai ini, karena Pantai Tanjung Pakis cocok dikunjungi oleh keluarga yang ingin berwisata bahari, dengan suasana teduhnya pedesaan.

Hal ini terbukti dengan munculnya penginapan sederhana yang dibuat oleh warga sekitar sebagai sarana penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam di pantai.  

Biaya penginapan pun murah, yaitu Rp100.000-Rp150.000 per malam yang bisa diisi oleh dua orang. Jangan berpikir kamar memiliki AC, kolam renang apalagi disediakan sarapan, tapi kamar yang tersedia benar-benar sederhana walaupun setiap kamar juga tersedia kamar mandi ala kadarnya. Kalau boleh dikatakan kamar yang tersedia seperti kamar kontrakan di gang yang tersebar di Jakarta.
   
Wisatawan yang suka makanan laut (sea food) pantai tersebut bisa menjadi pilihan tepat, karena di situ ada puluhan warung makanan laut sederhana yang berjejer di sepanjang pantai.
   
Makanan laut yang tersedia umumnya dibakar, antara lain ikan bawal, ikan bandeng, ikan kerapu, cumi, udang, serta kerang dengan harga yang bervariasi dan tidak terlalu mahal.
   
Harga ikan bakar yang dijual bervariasi mulai dari Rp25.000-Rp85.000 tergantung dari jenis dan ukuran ikan yang dibeli. Harga itu sudah termasuk sambal dan lalapan timun dan kubis
   
Hampir semua warung makan yang ada tidak menyediakan kursi untuk menikmati makanan, tapi lesehan dengan alas tikar plastik.
   
Yayat Supriatna, seorang pemilik warung ikan bakar, mengatakan sejak kejadian Lion Air jatuh omzet penjualan ikan bakar naik hampir tiga kali lipat dari hari-hari biasa.
   
Dia mengaku, pantai biasanya hanya ramai pada Sabtu dan Minggu saja, sementara pada hari biasa Senin-Jumat, pengunjung sepi terutama bukan pada hari libur nasional.
   
Pedagang ikan bakar lain Endang Kurnia, mengakui penjualan ikan bakar memang melonjak dalam dua hari terakhir ini dan memberikan keuntungan tersendiri untuk bisnisnya.
   
Kedua pedagang itu mengaku sekalipun banyak pembeli yang datang memesan makanan laut, bukan berarti mereka menaikan harga jual.
   
"Karena pedagang makanan laut di sini sudah sepakat harga sama semua, tapi yang membedakan adalah layanan masing-masing warungnya," kata yayat dan Endang
   
Mereka mengatakan juga saat pencarian puing badan pesawat dan korban Lion Air, mendadak pantai tersebut dibanjiri masyarakat yang kebanyakan datang dari luar Karawang dan ini memberikan rejeki tersendiri bagi pedagang makanan laut dan pemilik tempat penginapan.
   
Para pedagang berharap jika upaya pencarian puing pesawat dan tubuh korban selesai dilakukan, nama pantai tersebut lebih dikenal masyarakat luas yang pada akhirnya banyak dikunjungi wisatawan.
   
Pemerintah Kabupaten Karawang diharapkan bisa segera mengelola Pantai Tanjung Pakis tersebut, seperti dengan meningkatkan infrastruktur jalan, merawat kondisi pantai agar selalu bersih dan tidak bau, serta menyiapkan tempat penginapan yang lebih memadai.
   
Untuk listrik di pantai tersebut sudah tersedia dan jaringan komunikasi semua operator bisa tersambung dengan baik, sehingga wisatawan tak sulit berkomunikasi atau menggunakan data saat berada di situ.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar