Saidin, seniman musik melayu Jambi berjuang melawan tumor

id melayu jambi, bupati muaro jambi,masnah, bupati,seniman,tumor,penyakit,jambi

Saidin, seniman musik melayu Jambi berjuang melawan tumor

Bupati Muarojambi Hj Masnah Busyro didampingi Saidin (55) memainkan salah satu alat musik pukul di sela-sela membesuk seniman musik Melayu Jambi itu di rumahnya di Desa Lubuk Raman Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. (Humas Muaro Jambi/HO)

....Tumor yang enam bulan lalu baru sebesar kelereng, kini terus membesar hingga melebihi ukuran bola tenis....
Jambi (ANTARA) - Bupati Muarojambi Hj Masnah Busyro memberikan perhatian kepada Saidin (55) seniman musik melayu Jambi yang tengah berjuang untuk mendapat kesembuhan dari penyakit tumor yang dideritanya.

Bupati Masnah yang akrab disapa Upik Masnah tersebut secara khusus menjenguk pria tengah baya tersebut di rumahnya di Desa Lubuk Raman Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muarojambi, Sabtu (22/6).

Pada kesempatan itu, bupati menyampaikan harapan dan dukungan untuk kesembuhan Saidin agar kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Pada kunjungannya di rumah panggung khas Jambi milik Sanidi, bupati didampingi ajudan dan camat Maro Sebo itu diterima oleh kelurga Saidin, istri dan anak-anaknya.

Pada kesempatan itu, bupati menanyakan perkembangan kesehatan pria yang piawai membuat biola khas melayu dan memainkannya itu. Saidin menderita benjolan tumor pada bagian kanan lehernya.

"Semoga bapak cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala," kata Bupati saat itu.

Bupati juga menyempatkan mencoba beberapa alat musik buatan Saidin dan memainkannya. Salah satunya alat musik pukul sejenis "gambang" yang dimainkan Bupati Masnah dengan arahan dari Saidin.

Ia berharap Saidin tetap semangat untuk kesembuhannya serta melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Ia juga berharap keahliannya dalam berkesenian dan membuat alat musik khas Melayu Jambi bisa diwariskan kepada generasi muda di sana.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan bantuan untuk pengobatan.

Saidin yang merupakan seniman Melayu Jambi itu harus berjuang melawan tumor yang menempel pada bagian kanan lehernya.

Tumor yang enam bulan lalu baru sebesar kelereng, kini terus membesar hingga melebihi ukuran bola tenis. Penyakit itu membuat tubuhnya kurus dan merapuhkan otot serta persendiannya.

Menurut dokter yang memeriksanya di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi, Saidin harus segera dioperasi dan dikemoterapi. Namun, operasi hanya dapat dilakukan di Palembang. Rangkaian pengobatan itulah yang mengganggu pikirannya.

Saidin adalah generasi ketiga penerus teater komedi melayu Dul Muluk, kesenian Zikir Beredah, ataupun Lukah Gilo dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Darah kesenian mengalir dari kakek dan ayahnya. Kakeknya adalah pelakon Dul Muluk, sementara ayahnya penabuh rebana siam dan gendang.

Sejak kecil Saidin tumbuh dengan kesenian khas Muaro Jambi itu. Ia mahir sebagai pelakon dalam teater Dul Muluk. Ia juga piawai sebagai pelakon Zikir Beredah dan Lukah Gilo. Zikir Beredah adalah semacam pertunjukan musik selawat yang melibatkan belasan penabuh rebana siam dan gong.

Kini kondisi Saidin sudah sangat rapuh akibat tumor yang diderita. Apa pun keadaannya, Saidin tak mau menyerah kalah oleh penyakit. Ia ingin sembuh dan meneruskan mimpinya untuk membangkitkan kesenian lokal yang lama tenggelam.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar