Dinkes OKU optimistis vaksinasi guru selesai sebelum PTM

id Vaksin guru, belajar tatap muka, percepat vaksin, tenaga vaksinator, Dinas Kesehatan OKU,Dinas Kesehatan OKU optimistis

Dinkes OKU optimistis vaksinasi guru selesai sebelum PTM

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto. (ANTARA/Edo Purmana/21)

Baturaja (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan optimistis pemberian vaksin bagi seluruh guru tenaga pengajar di daerah itu selesai sebelum proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) digelar pada tahun ajaran baru nanti.

"Target kami minimal awal Juli 2021 seluruh guru di OKU sudah mendapat vaksin COVID-19 dua tahap," tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Kamis.

Dia menerangkan, dari target 7.759 orang guru atau pelayan publik di wilayahnya yang akan divaksin, sekitar 5.000 orang diantaranya sudah mendapat vaksin COVID-19 tahap kedua.

Baca juga: Sumsel fokuskan vaksinasi COVID-19 untuk kelompok guru
Baca juga: Dinas Kesehatan OKU percepat proses vaksinasi guru tenaga pengajar

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, pihaknya mempercepat proses vaksinasi dengan mengoptimalkan seluruh tenaga vaksinator di 18 Puskesmas dan tiga rumah sakit di Kabupaten OKU yang menjadi tempat pelayanan vaksin.

Hal tersebut dilakukan agar seluruh guru sudah mendapat vaksin sehingga tidak menghambat proses belajar tatap muka yang dijadwalkan pemerintah dimulai pada tahun ajaran baru atau dibulan Juli 2021 mendatang.

Pihaknya juga dibantu Dinas Pendidikan Kabupaten OKU yang mengerahkan tenaga pendidik untuk divaksin agar kebal dari penyebaran virus Corona.

"Antusias tenaga pengajar untuk divaksin juga cukup tinggi sehingga kami optimistis pemberian vaksin untuk guru ini selesai tepat waktu," tegas dia.

Terkait persediaan vaksin COVID-19, Andi mengaku belum lama ini pihaknya mendapat tambahan sebanyak 640 vial yang diperuntukan bagi guru dan pelayan publik di OKU.

"Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh guru di OKU. Kalaupun kurang akan segera kami ajukan penambahan ke Palembang," ujarnya.
Baca juga: Seluruh WNI boleh divaksin di Batam asal pegang KTP seumur hidup
Baca juga: Sumsel terima satu juta dosis vaksin COVID-19 untuk tiga kelompok prioritas