Pagelaran songket meriahkan gelar melayu serumpun

Pewarta : id songket, melayu serumpun, baju teluk belanga, festival melayu, Istana Maimun, Daun Tembakau, Tepak Sirih, Payung Melayu

Dokumentasi- Songket motif Palembang.(ANTARA Sumsel/Feny Selly/Ag/17) ()

Medan  (ANTARA Sumsel) - Pagelaran hasil tenunan khas Melayu Songket turut memeriahkan Gelar Melayu Serumpun (Gemes)  2017 yang berlangsung selama tiga hari di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu.
   
Sejumlah model ganteng dan cantik membawakan baju teluk belanga dan kebaya dengan apik, mengusung motif Istana  Maimun, Daun Tembakau, Tepak Sirih, Payung Melayu, Durian Medan maupun Becak Medan.

Pagelaran Songket Medan yang merupakan hasil kreasi Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Medan, Rita Maharani mendapat apresiasi penuh dari seluruh pengunjung.

Tepuk tangan tak henti bersahutan sebagai bentuk apresiasi atas hasil karya Rita Maharani tersebut, termasuk para duta kesenian yang hadir untuk mengikuti pagelaran yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut.

Sejak diangkat ke permukaan, songket Medan kini semakin terkenal mengikuti sukses Batik Medan yang lebih dulu dipopulerkan Rita Maharani  dan telah kini membooming.

Kehadiran Songket Medan itu semakin mengentalkan nuansa etnis Melayu dalam acara Gemes tersebut.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin berharap, Gemes 2017 itu dapat menjadi salah satu icon pariwisata di Kota Medan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain itu ia berharap agar event itu selain untuk melestarikan seni dan budaya Melayu, juga dapat mengedukasi masyarakat Kota Medan,  khususnya generasi muda dalam memahami rumpun Melayu.

"Kita tidak hanya bersuku bangsa Melayu saja namun kita semua adalah rumpun Melayu. Yang lebih penting lagi,  pertunjukan yang berlangsung selama tiga hari ini dapat menghibur masyarakat serta semakin merekatkan tali silaturahmi diantara kita semua," katanya.

Pagelaran Gemes 2017 benar-benar menarik, ditambah lagi duta kesenian yang mengikuti event tersebut lebih banyak  dibanding tahun lalu.

Tidak hanya berasal dari kabupaten dan kota di Sumatera Utara, Kabupaten Aceh Tenggara serta Pekan Baru, tetapi juga meliputi Riau,  Kepulauan Riau, Kalimantan dan Sumatera Barat, termasuk  dari negeri jiran seperti Malaysia, Brunei Darusalam dan Singapura.

Di samping itu  kehadiran  panggung  yang telah didesain tak ubahnya seperti  sebuah kapal layar yang tengah berlayar mengarungi samudera  luas dan ditempatkan di tengah Lapangan Merdeka, membuat para pengunjung  semakin  betah menyaksikan seluruh rangkaian acara yang disajikan hingga menjelang tengah malam tersebut.
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar