Ekonomi kreatif tekan angka kemiskinan Palembang satu digit

id Bekraf,Ekraf,Ekonomi kreatif ,Ekraf palembang,Pempek,Bappeda litbang palembang,Ekraf bantu tekan angka kemiskinan Palemb

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi. (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Sektor ekonomi kreatif dengan 15 subsektornya diharapkan Pemerintah Kota Palembang dapat menekan angka kemiskinan menjadi satu digit pada 2022 sesuai target kinerja.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi di Palembang, Rabu, mengatakan ekonomi kreatif lambat laun menjadi tulang punggung pembangunan di kota tersebut.

"Selama ini Palembang mengembangkan sektor pariwisata dengan segala macam keterkaitannya termasuk ekonomi kreatif, dengan demikian memajukan sektor ekraf ini menjadi pilihan penting, baik kuliner, kriya, fesyen dan olahraga," ujar Harrey.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif bersama sektor lain seperti jasa dan industri diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, yang diimplementasikan lewat berbagai program sesuai RPJMD Kota Palembang 2018-2023.

Menurut data terbaru, angka kemiskinan di Kota Palembang mencapai 10,95 persen, dua tahun mendatang angka tersebut ditargetkan berada di bawah 10 persen seiring pengembangan ekonomi kreatif.

"Bantuan kepada masyarakat miskin di lakukan lintas sektoral dengan pemberian modal usaha dan meluncurkan program-program inovatif, selain itu pemkot melaksanakan pembenahan infrastruktur serta aksesibilitas, ini semua yang akan memperkuat pertumbuhan ekraf di Palembang," ujarnya.

Saat ini Pemkot Palembang berupaya menduduki empat besar kota kreatif di Indonesia agar mendapat pembinaan langsung dan khusus dari pemerintah pusat mengenai pengembangan sektor ekonomi kreatif, sekaligus menjadi role model bagi daerah-daerah lain.

"Fokus Palembang ekonomi kreatif kriya, fesyen dan kuliner, untuk kuliner ini utamanya pempek, karena pempek sudah seharusnya dikenal lebih luas lagi tidak hanya aspek makananya saja tapi juga sejarah dan lain-lainnya," kata Harrey.

Namun pengoptimalan sektor ekonomi kreati bukan kerja pemerintah semata, kata dia, kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media menjadi faktor penting berkembangnya ekonomi kreatif yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar