Mendes PDTT minta bupati tentukan produk unggulan

id menteri desa, mendes pdtt, tentukan produk unggulan

...Sebanyak 82 persen masyarakat desa hidup di sektor pertanian. Jadi segera tentukan fokusnya mau apa sehingga bisa dikoordinasikan ke 19 kementerian/lembaga untuk desa-desa...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meminta para bupati untuk menentukan produk unggulan.

       

"Sebanyak 82 persen masyarakat desa hidup di sektor pertanian. Jadi segera tentukan fokusnya mau apa sehingga bisa dikoordinasikan ke 19 kementerian/lembaga untuk desa-desa," ujarnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Desa Tahun 2017 di Jakarta, Kamis.

         

Menteri Eko meminta para bupati agar membuat payung hukum agar desa berbasis pertanian dapat menggunakan dana desa untuk membangun embung.

       

"Kami akan membantu menfasilitasi daerah yang ingin menentukan produk unggulannya."

  

Sementara, bagi desa yang belum memasukkan embung dalam APBDes dapat membuat APBDes perubahan. Menteri Eko menambahkan, pemerintah desa dapat mengalokasikan Rp200-500 juta untuk membangun embung.

       

"Kenapa tidak saya bikinkan (peraturan) secara nasional, karena tidak semua desa membutuhkan embung. Nanti bagi embung yang sudah jadi, Menteri Pertanian akan berikan pompa. Oleh karena itu, bupati buat peraturan daerah agar desa bisa membuat APBDes perubahan,¿ terang dia.

         

Mendes PDTT mengatakan, dana desa yang telah berjalan sejak tahun 2015 sebesar Rp20,8 triliun dan Rp46,9 triliun pada 2016 telah memberikan efek pembangunan cukup signifikan. Tercatat, dana desa telah membangun jalan desa sepanjang 66.179 Kilometer,.

Kemudian  65.573 unit drainase, 37.962 unit penahan tanah, 36.951 unit MCK, 16.069 unit instalansi air bersih, 12.540 unit irigasi sawah, 13.988 unit sumur desa, 11.221 unit PAUD,  3.100 unit Polindes, 1.810 pasar desa, 1.366 unit tambatan perahu, 686 unit embung, dan 511.484 meter jembatan desa.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2022