Peneliti: Minyak jagung tingkatkan risiko diabetes

id diabetes, penyakit diabetes,diabetes mellitus, minyak jagung, minyak bunga matahari,minyak zaitun, minyak biji rami, min,ormas Projo

Peneliti: Minyak jagung tingkatkan risiko diabetes

Ilustrasi minyak bunga matahari (ANTARA/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peneliti di China menemukan asam lemak tak jenuh ganda n-6 atau biasa dikenal dengan Omega-6 dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 bagi warga setempat.

Menurut para peneliti itu, minyak bunga matahari dan minyak jagung kaya kandungan Omega-6.

Mikrobiota usus yang merupakan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan diduga berperan penting dalam perkembangan diabetes, demikian para peneliti dikutip media resmi China, Selasa.

Baca juga: Benarkah penderita diabetes paling rentan tertular COVID-19 ?

Para peneliti dari West Lake University dan lembaga penelitian China lainnya menganalisis mikrobiota usus yang terkandung dalam sampel tinja 2.731 orang tanpa diabetes tipe 2 di Kota Guangzhou, China selatan, selama periode 2008-2013.

Mereka juga menguji hubungan biomarker atau petunjuk biologis asam lemak n-6 dalam darah dengan diabetes tipe 2.

Baca juga: Dianggap tidak sehat, Otoritas Oaxaca di Meksiko larang "junk food" dijual ke anak-anak

Setelah ditindaklanjuti dalam masa lebih dari enam tahun, para peneliti mendapati 276 orang yang telah diambil sampelnya itu terkena diabetes tipe 2.

Para peneliti mengatakan bahwa studi mereka menunjukkan bahwa asupan tinggi asam lemak n-6 dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dengan memengaruhi profil mikrobiota usus.

Baca juga: Mitos atau fakta, penderita diabetes dilarang berolahraga

Kandungan Omega-6 itu didapat dari sampel orang-orang China yang menggoreng makanan dengan menggunakan minyak jagung.

Oleh sebab itu, para peneliti merekomendasikan penggunaan minyak goreng dengan kandungan lebih banyak asam lemak Omega-3 atau minyak dengan lebih banyak asam tak jenuh tunggal, seperti minyak biji rami dan minyak zaitun.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar