COVID-19, CCTV pendeteksi panas dan wajah solusi hadapi normal baru

id teknologi normal baru,covid-19,virus corona,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini, jem

COVID-19, CCTV pendeteksi panas dan wajah solusi hadapi normal baru

Ilustrasi - Perangkat CCTV pemindai panas dan wajah (Foto iStock)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur Lintasarta, Arya Damar mengatakan perangkat kamera pengawas (CCTV) dengan deteksi panas dan wajah bisa menjadi solusi bagi sektor komersial di kota besar seperti Jakarta dalam menghadapi normal baru.

"Kerja sama teknologi dengan memadukan internet, kecerdasan buatan, dan mesin belajar bisa menjadi fondasi di tengah pandemi," kata Arya web seminar bertajuk "Industry 4.0 Technologies and Their Applications in Fighting COVID-19” di Jakarta, Rabu.

Baca juga: GTPP Sumsel ingatkan sekolah antisipasi klaster baru

Arya menambahkan, perubahan perilaku masyarakat semakin nyata didorong oleh fenomena COVID-19 sehingga mendorong sektor komersial berlomba-lomba mempercepat proses digitalitasi.

"Pelaku usaha perlu segera mengimplementasikan strategi dan teknologi agar mampu mengikuti perkembangan tren yang terjadi dalam menghadapi wabah COVID-19," ujar dia.

Baca juga: Update 12 Juli: Di Sumsel belum ada daerah aman dari COVID-19, total kasus positif kini tembus angka 2.653 orang

Pelaku usaha, jelas Arya, tinggal menyiapkan teknologi berbasis internet dan komunikasi (ICT) untuk membantu meringankan industri khususnya dalam menjaga rantai pasok agar bisnis tetap stabil di tengah fase normal baru.

Perangkat CCTV dengan deteksi panas dan wajah bisa digunakan sebagai sebagai alat memantau kesehatan karyawan yang bekerja di kantor maupun di lapangan.

"Teknologi ini mampu memberikan peringatan kepada petugas apabila terjadi perubahan suhu badan seseorang, termasuk mendeteksi karyawan yang tidak menggunakan masker, sekaligus memonitor kehadiran karyawan," ungkap Arya.

Perangkat ini juga cocok ditempatkan di pasar-pasar yang selama ini kerap dituding sebagai penyumbang klaster baru COVID-19. Petugas dengan mudah mengetahui siapa saja yang melanggar untuk kemudian segera melakukan tindakan.

Baca juga: Kasus COVID-19 Sumut bertambah menjadi 2.367 orang

Arya juga menyampaikan dengan menggunakan teknologi awan, industri tidak perlu lagi membeli perangkat baru sehingga jauh lebih efisien karena tidak ada lagi biaya operasi dan pemeliharaan.

"Teknologi ICT memungkinkan perusahaan melewati masa sulit akibat pandemi sehingga pada akhirnya akan mampu memulihkan ekonomi Indonesia," kata Arya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar