Kemampuan pelanggan PDAM Palembang bayar tagihan air masih tinggi

id pdam, mulai banyak menunggak pelanggan pdam, pdam tirta musi, pelanggan pdam tirta musi masih ba,pdam tirta musi,kemampuan bayar air pdam,masyarakat b

Kemampuan pelanggan PDAM Palembang bayar tagihan air masih tinggi

Kantor PDAM Tirta Musi Palembang (HO)

Palembang (ANTARA) - Kemampuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, Sumatera Selatan memenuhi kewajibannya membayar tagihan pemakaian air bersih masih cukup tinggi, meskipun nilai tunggakan pelanggan cukup besar mencapai Rp2,6 miliar dalam dua bulan terakhir.  

Direktur Umum PDAM Tirta Musi, Samsul Harun di Palembang, Sabtu mengatakan total pelanggan saat ini mencapai 293.874 Sambungan Langganan (SL) dengan perincian pelanggan niaga 24.207 SL dan rumah tangga 269.667 SL. 

Berdasarkan data tersebut, masih cukup tinggi pelanggan yang memiliki kemampuan melunasi kewajibannya membayar tagihan rekening pemakaian air bersih setiap bulannya.  

Pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan rekeningnya dengan alasan mengalami kondisi sulit dampak pandemik COVID-19 sekitar empat persen dengan perincian pelanggan rumah tangga sekitar 3,5 persen sedangkan sisanya pelanggan niaga.

  

Dampak adanya pelanggan yang menunggak itu, pendapatan PDAM Tirta Musi pada Maret ke April turun senilai Rp2,6 miliar.

Pelanggan yang menunggak diharapkan tidak semakin banyak, karena dapat mempengaruhi operasional perusahaan dan terganggunya pelayanan air bersih kepada warga Palembang yang tersebar di 18 kecamatan.   

Untuk mencegah terus bertambahnya pelanggan yang menunggak, pihaknya tidak akan memberikan toleransi sanksi pemutusan sambungan air kepada pelanggan yang menunggak lebih dari tiga bulan, karena tunggakan yang cukup lama bisa mempengaruhi operasional perusahaan.

"Kami akan tetap melakukan pemutusan sambungan air bagi pelanggan yang menunggak lebih dari tiga bulan dengan ketentuan menunggak tiga bulan diberi peringatan keras terlebih dahulu, kemudian bulan kelima jika tetap menunggak baru dilakukan pemutusan," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar