Update 15 Mei 2020: Warga Sumsel positif COVID-19 terus bertambah kini lewati 450 kasus

id covid sumsel,covid-19,virus corona,pasien positif covid-19,info sumsel,gugus tugas covid-19 sumsel,infeksi virus corona,wabah corona,warga terjangkit

Update 15 Mei 2020: Warga Sumsel positif COVID-19 terus bertambah kini lewati 450 kasus

Dokumen - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri di Palembang, Rabu (13/5) (ANTARA/HO-Humas Pemprov Sumsel/20)

Semua tambahan hari ini statusnya lokal dan mereka positif tertular dari pelacakan kasus-kasus sebelumya
Palembang (ANTARA) - Warga Sumatera Selatan positif terinfeksi COVID-19 terus bertambah hingga kini telah melewati 450 kasus pada 15 Mei 2020 dari sebelumnya 441 kasus dan sebagian besar masih dari Kota Palembang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang, Jumat, mengatakan bahwa penambahan 17  kasus pada hari ini dari Kota Palembang (10), Kota Lubuklinggau (enam) dan Banyuasin (satu).

"Semua tambahan hari ini statusnya lokal dan mereka positif tertular dari  pelacakan kasus-kasus sebelumya," ujar Yusri.

Ia merincikan 10 kasus dari Palembang yakni kasus 44 (perempuan 6 tahun), 443 (perempuan 5 tahun), 448 (laki-laki 35 tahun), 451 (laki-laki 3 tahun), 452 (laki-laki 63 tahun), 453 (perempuan 42 tahun), 454 (perempuan 59 tahun), 455 (perempuan 35 tahun), dan 458 (perempuan 31 tahun).

Kemudian enam kasus dari Lubuklinggau yakni kasus 444 (laki-laki 21 tahun), 445 (laki-laki 23 tahun), 447 (perempuan 30 tahun), 449 (perempuan 28 tahun), 450 (perempuan 29 tahun) dan 457 (perempuan 27 tahun).

Lalu satu kasus dari Banyuasin yakni kasus 446 (perempuan 45 tahun).

Baca juga: Jubir: Kasus positif COVID-19 di Sumsel meningkat tidak perlu ditakuti

Baca juga: Di Palembang hari ini ditemukan positif COVID-19 sebanyak 73 kasus, PSBB akan diterapkan setelah lebaran


Sementara kasus sembuh belum ada tambahan atau masih 73 orang, namun kasus meninggal bertambah satu yakni kasus 446 sehingga total menjadi 11 orang, kata dia.

Bertambahnya kasus positif COVID-19 itu tidak perlu disikapi masyarakat dengan panik dan takut, gugus tugas memastikan pelacakan kasus masih dilakukan dan setiap orang positif telah menjalani karantina ketat.

Masyarakat hanya perlu mengikuti imbauan pemerintah untuk selalu menggunakan masker, tidak berkerumun, tidak bepergian dari atau ke zona merah, serta rajin mencuci tangan setiap selesai beraktifitas dari luar rumah.

"Sekarang tinggal bagaimana masyarakat akan menentukan kasus ini segera berakhir atau tidak, sebab masyarakat adalah garda terdepan yang harus disiplin menjalankan social maupun phscal distancing, tenaga medis itu garda terakhir" kata Yusri menegaskan.

Dengan total 458 kasus di Sumsel, Kota Palembang (zona merah) masih berada di puncak dengan 249 kasus, disusul Lubuklinggau (zona merah) 45 kasus, OKU (zona merah) 27 kasus, Kabupaten Ogan Komering Ilir (zona kuning) 27 kasus, Ogan Ilir (zona kuning) 25, Banyuasin (zona merah) 25 kasus, dan Prabumulih (zona merah) 16 kasus.

Kasus lainnya tersebar di tujuh wilayah zona kuning, yakni Musi Rawas (delapan), Muara Enim (delapan), Lahat (enam), Musi Banyuasin (lima), OKU Timur (empat), Muratara (dua), serta Pagaralam (satu), khusus dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel sebanyak sembilan kasus.

Baca juga: Seorang manula 78 tahun asal Prabumulih positif COVID-19 meninggal dunia, dimakamkan tanpa protokol
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar