PLTS Jakabaring upaya ciptakan lingkungan hijau

id plts, pembangkit listrik, kawasan hijau, lingkungan hijau, jakabaring, pembangkit listrik

Dokumentasi - PLTS Jakabaring Palembang (ANTARA Sumsel/Evan Ervani/16)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di kawasan olahraga Jakabaring Palembang sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan hijau karena akan mengurangi polusi udara.

"Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) itu bebas polusi sehingga amat mendukung dalam menciptakan udara bersih sekaligus lingkungan hijau," kata Presiden Direktur Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan Yaniarsyah Hasan usai rapat bersama percepatan pembangunan PLTS di Palembang, Selasa.

Menurut dia, apalagi kawasan olahraga Jakabaring akan dijadikan areal bebas polusi sehingga PLTS tersebut sangat mendukung.

Sehubungan dengan itu pihaknya mengandeng PT Sharp perusahaan dari Jepang untuk membangun PLTS dengan kapasitas awal 2 MW tersebut.

Sementara mengenai pengerjaan PLTS itu sendiri sekarang ini dalam kegiatan fisik sudah mencapai 62 persen yang diharapkan sebelum Asian Games 2018 sudah operasional.

Proyek PLTS itu salah satu kegiatan "Joint Crediting Mechanism" kerja sama pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang, kata dia.

Sementara Kepala Sekretariat Joint Crediting Mechanism (JCM) Indonesia Dicky Edwin Hindarto mengatakan, PLTS itu kerja sama dengan pola pendanaan hibah dari Pemerintah Jepang.

Selain itu pembangkit listrik ini rendah karbon untuk mewujudkan lingkungan hijau terutama di kawasan olahraga Jakabaring Palembang, kata dia.

Dengan dibangunnya PLTS itu diharapkan selain dapat menyuplai kebutuhan listrik untuk Asian Games juga mendukung pembangunan ramah lingkungan.

Lebih lanjut dia mengatakan, proyek bebas polusi ini merupakan salah satu dari 29 pembangunan yang bekerja sama dengan JCM.

Yang jelas, Jakabaring akan menjadi contoh tentang teknologi lingkungan hijau sehingga program tersebut harus didukung bersama, tambah dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar