Langgar kesepakatan
Anggota kantor biro politik Hamas, Basem Naim, menegaskan bahwa rezim Zionis telah melanggar gencatan senjata ratusan kali.
Menurut dia, Hamas telah berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata dan melaksanakan kewajiban sesuai kesepakatan itu, tetapi pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan para pejabatnya melanggar kesepakatan itu dengan melakukan pembunuhan, menutup pintu perbatasan, dan melarang masuk bantuan kemanusiaan.
Kantor Netanyahu berdalih serangan kembali dilakukan karena Hamas menolak usulan Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pertukaran tawanan.
Dikecam dunia internasional
Negara-negara Eropa, termasuk para anggota Uni Eropa (EU), mengutuk keras serangan pada Selasa itu dan menyerukan Israel untuk menghentikan serangannya.
"EU meyakini bahwa kembali melanjutkan negosiasi merupakan satu-satunya jalan ke depan," kata EU dalam sebuah pernyataan.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengungkapkan kekhawatirannya atas serangan Israel tersebut yang dia nilai "membahayakan tujuan perdamaian yang sedang kita upayakan bersama."
Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mendesak Dewan Keamanan (DK) untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan atas serangan Israel itu.
"Dewan Keamanan, bertindaklah. Akhiri tindakan kriminal ini. Hentikan tindakan mereka membatasi makanan kepada rakyat kami di bulan Ramadan, membatasi air dan operasional rumah sakit," kata dia.
Indonesia juga mengutuk serangan Israel yang menewaskan ratusan warga sipil itu pada bulan puasa.
"Serangan ini menambah rangkaian provokasi Israel yang mengancam gencatan senjata dan mengganggu prospek negosiasi perdamaian menuju solusi dua negara,” kata Kementerian Luar Negeri RI di platform X.
Kelanjutan negosiasi
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy mendesak DK PBB segera mengambil langkah terbaik untuk memulihkan gencatan senjata setelah Israel melanjutkan serangan brutalnya di Gaza.
"Dewan Keamanan PBB harus melakukan segala upaya yang mungkin untuk memastikan gencatan senjata bisa dimulai kembali secepat mungkin dan pelaksanaan perjanjian antara Israel dan Hamas dapat dilanjutkan lagi," kata Polyanskiy dalam pertemuan DK PBB tentang Palestina.
"Kita tidak boleh mengulangi kesalahan," kata dia.
Sementara itu, Hamas pada Rabu dikabarkan menyambut baik setiap usulan tentang perundingan tahap kedua perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Setiap usulan yang mengarah pada perundingan tahap kedua gencatan senjata permanen kami sambut baik dan menjadi bahan diskusi," kata juru bicara Hamas, Abdul Latif Al-Qanoua, kepada RIA Novosti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fakta-fakta serangan brutal Israel di Jalur Gaza