Jakarta (ANTARA) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama Bank Bengkulu Beni Harjono soal dugaan permintaan uang dari Gubernur Bengkulu nonaktif Rohidin Mersyah (RM) untuk biaya kampanye di Pilkada 2024.
Hal yang sama juga didalami penyidik KPK kepada Staf Pengeluaran Pembantu Samsat Bengkulu Tengah Andra Wijaya (AW).
"Saksi didalami terkait adanya permintaan dari tersangka Rohidin Mersyah kepada Bank Bengkulu untuk membantu logistik pemenangan dirinya," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Meski demikian pihak KPK belum mengungkapkan apakah ada aliran uang dari Bank Bengkulu ke Rohidin Mersyah dan juga soal dugaan nominalnya.
Penyidik KPK pada Minggu (24/11/2024) menetapkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (RM) dan dua orang lainnya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi berupa pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
KPK dalami permintaan uang Gubernur Bengkulu nonaktif ke Bank Bengkulu

Rohidin Mersyah. ANTARA FOTO/Reno Esnir/nz